Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Tiongkok Melonjak, Ancaman Perang Dagang Membayangi

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspor Tiongkok Melonjak, Ancaman Perang Dagang Membayangi Doc: afp
Ket. Perdagangan Global

BEIJING – Ekspor Tiongkok melonjak pada September 2026, menurut data resmi yang dirilis Rabu (14/10), menempatkan negara itu di jalur untuk mencetak surplus perdagangan tahunan yang memecahkan rekor. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu mencatat surplus perdagangan sebesar 133,5 miliar dollar AS pada September, tertinggi sejak Januari 2025. Pencapaian tersebut didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 36,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut Administrasi Bea Cukai Tiongkok.

Dilansir dari AFP, impor juga tumbuh 31 persen. Namun, surplus perdagangan kumulatif Tiongkok hingga akhir September telah mencapai 938,1 miliar dollar AS, menempatkan negara itu di jalur untuk melampaui rekor surplus tahunan sebesar 1,2 triliun dollar AS yang tercatat pada tahun lalu.

Data tersebut dirilis beberapa hari setelah Kepala Perdagangan UE Maros Sefcovic mengadakan pembicaraan di Beijing untuk mengurangi kesenjangan perdagangan yang disebutnya “tidak berkelanjutan”, dengan selisih antara impor dan ekspor mencapai sekitar satu miliar euro per hari.

Pengiriman barang Tiongkok ke UE yang beranggotakan 27 negara itu meningkat 25,3 persen pada September, sementara impor dari blok tersebut relatif stabil. Kondisi ini mendorong surplus perdagangan Tiongkok dengan UE ke rekor tertinggi baru.

“Surplus perdagangan dengan UE dan Inggris juga mencapai titik tertinggi baru, yang kemungkinan akan menambah ketegangan perdagangan,” kata ekonom Capital Economics, Nguyen Hoang Nam.

Pembicaraan pekan lalu antara Sefcovic dan mitranya dari Tiongkok, Wang Wentao, menghasilkan kesepakatan untuk membatasi ekspor kendaraan hibrida Tiongkok ke Eropa.

Sefcovic mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa kesepakatan tersebut merupakan “langkah pertama” menuju penyeimbangan kembali perdagangan dengan Tiongkok. UE menuduh Beijing menggunakan subsidi dan praktik perdagangan tidak adil yang merugikan perusahaan-perusahaan Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bisnis Besar Martha Tilaar Dimulai dari Garasi Kecil

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Bisnis Besar Martha Tilaar ...
Megapolitan
KCIC Kembangkan Dua Akses B...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.