Demam Piala Dunia 2026 Dongkrak Popularitas Sepak Bola di Amerika Serikat

Kamis, 15 Okt 2026, 00:04 WIB

AMERIKA SERIKAT – Popularitas sepak bola di Amerika Serikat terus melonjak setelah Piala Dunia 2026. Kesuksesan turnamen tersebut mendongkrak jumlah penggemar sekaligus meningkatkan jumlah penonton kompetisi domestik dan liga-liga top Eropa di Negeri Paman Sam.

Berdasarkan riset Nielsen yang diumumkan pada Selasa, jumlah penduduk Amerika Serikat yang mengidentifikasi diri sebagai penggemar sepak bola meningkat 13 persen, dari 66,8 juta orang pada Juli 2025 menjadi 75,2 juta orang pada Juli 2026.

Ket. Foto: Ilustrasi suasana stadion pertandingan Piala Dunia 2026. — Sumber: FIFA

Dalam lima tahun terakhir, basis penggemar sepak bola di Amerika Serikat tumbuh 27 persen, bertambah sekitar 16 juta orang. Major League Soccer (MLS), kompetisi sepak bola profesional tertinggi di negara tersebut, juga mengalami peningkatan jumlah penggemar sebesar 28 persen atau bertambah 11,7 juta orang.

Temuan Nielsen itu dipaparkan dalam forum Front Office Sports Tuned In Summit, Rabu (14/10).

Salah satu indikator kuat meningkatnya popularitas sepak bola adalah jumlah penonton final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang mempertemukan Spanyol dan Argentina pada 19 Juli tersebut mencatat rata-rata 66,4 juta penonton di Amerika Serikat. Spanyol memenangi laga itu dengan skor 1-0.

Angka tersebut menjadi rekor jumlah penonton untuk pertandingan sepak bola di Amerika Serikat. Jumlahnya juga menjadi yang tertinggi untuk siaran televisi Amerika Serikat sejak Super Bowl LX pada Februari, ketika New England Patriots menghadapi Seattle Seahawks yang kemudian keluar sebagai juara.

Kepala Global Bidang Olahraga Nielsen, Seth Ladetsky, menyebut Piala Dunia 2026 berperan besar dalam mempercepat pertumbuhan sepak bola di Amerika Utara.

“Piala Dunia FIFA 2026 menjadi katalisator kuat bagi pertumbuhan pesat sepak bola di seluruh Amerika Utara,” kata Ladetsky dalam sebuah pernyataan.

“Data kami menunjukkan bahwa jumlah penggemar tidak hanya mencapai rekor tertinggi, tetapi juga berkembang pesat di kalangan generasi muda dan kelompok masyarakat yang beragam. Pertumbuhan ini turut berlanjut ke liga-liga domestik dan internasional,” ujarnya.

Dampak Piala Dunia juga terlihat pada kompetisi domestik Amerika Serikat. Setelah kompetisi MLS kembali bergulir seusai jeda Piala Dunia, jumlah penonton pertandingan musim reguler yang disiarkan Fox dan FS1 meningkat 55 persen di kalangan pria berusia 18–34 tahun.

Sementara itu, jumlah penonton dari kelompok dewasa berusia 18–34 tahun secara keseluruhan meningkat 29 persen dibandingkan pertandingan musim reguler sebelum turnamen.

Komisioner MLS, Don Garber, menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil perjalanan panjang, bukan semata-mata dampak dari satu turnamen.

“Perjalanan ini dimulai ketika kami mendapatkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia, bukan baru dimulai musim panas ini,” kata Garber di atas panggung dalam forum Tuned In Summit.

“Sebagai olahraga, yang ingin kami lakukan adalah memperluas pasar. Ketika saya bergabung dengan MLS, pasar sepak bola belum terbentuk. Tujuan pertama kami adalah membangun pasar agar kami bisa menghadirkan sesuatu yang dinikmati penggemar lokal. Kami melakukannya secara bertahap,” tuturnya.

Garber menambahkan, tantangan berikutnya adalah menghadirkan produk kompetisi yang benar-benar menarik bagi penonton. Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan investasi finansial dan pengembangan sepak bola secara berkelanjutan.

“Sekarang, kami harus memiliki produk yang benar-benar diperhatikan dan diminati masyarakat. Terus terang, itu berkaitan dengan uang dan pengembangan,” ujarnya.

Pertumbuhan penonton tidak hanya terjadi di kompetisi domestik. Liga Primer Inggris yang disiarkan NBC dan USA Network, termasuk melalui tayangan berbahasa Spanyol, mencatat kenaikan jumlah penonton sebesar 30 persen di kalangan warga dewasa Amerika Serikat berusia 18–34 tahun.

Sementara itu, LaLiga Spanyol yang disiarkan ESPN, ESPN2, ABC, dan ESPN Deportes mengalami peningkatan jumlah penonton sebesar 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut mencakup siaran berbahasa Inggris dan Spanyol.

Kenaikan penonton LaLiga bahkan mencapai 60 persen di kelompok usia 18–34 tahun.

Data tersebut memperlihatkan bahwa efek Piala Dunia 2026 melampaui popularitas turnamen itu sendiri. Sepak bola semakin mendapat tempat di pasar olahraga Amerika Serikat, terutama di kalangan generasi muda. Tantangan berikutnya bagi MLS dan penyelenggara kompetisi internasional adalah mempertahankan minat tersebut agar tidak berhenti setelah euforia Piala Dunia mereda.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.