Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tumpukan Sampah di Garut Mulai Diangkut ke TPA Pasirbajing

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tumpukan Sampah di Garut Mulai Diangkut ke TPA Pasirbajing Doc: Antara
Ket. Warga melintas di kawasan tempat pembuangan sampah sementara di kawasan Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang selama ini tidak terangkut akibat kebakaran di TPA Pasirbajing, Garut.

Garut - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan tumpukan sampah di sejumlah tempat di Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasirbajing, sedangkan sebelumnya tidak bisa diangkut karena adanya kebakaran dan protes warga.

"Sudah diizinkan masuk (truk sampah), tadi malam sudah diizinkan, tadi juga sebagian (diangkut)," kata dia di Garut, Rabu.

Pemerintah daerah sudah melakukan diskusi dengan masyarakat yang keberatan dengan adanya dampak keberadaan TPA Pasirbajing karena menimbulkan asap akibat kebakaran dan bau tidak sedap.

Selama beberapa hari terjadi kebakaran, kata dia, sampah di sejumlah daerah Kabupaten Garut tidak bisa diangkut ke TPA Pasirbajing sehingga banyak sampah menumpuk di sejumlah tempat.

Ia menyampaikan saat ini kondisi kebakaran di TPA Pasirbajing sudah hampir 90 persen tertangani, sedangkan sebagian kecil masih menimbulkan asap di kawasan itu.

"Titik api sudah sangat berkurang, asap juga sudah berkurang, cuman ya beda perspektif ya, kalau saya bilang enggak mungkinlah nol persen ya, karena kan pasti lama," katanya.

Pemkab Garut ke depan akan lebih baik lagi dalam mengelola TPA Pasirbajing dengan meminimalisasi risiko terhadap masyarakat.

Bahkan, kata dia, akan menambah anggaran untuk mengelola sampah di TPA Pasirbajing karena keberadaannya menjadi satu-satunya TPA di Garut untuk menampung sampah 300 ton per hari.

Dengan pentingnya TPA itu, kata dia, maka perlu ada penambahan anggaran untuk pengelolaan dan membenahi daerah seperti harus menambah peralatan, kendaraan, dan menanam pohon tegakan untuk meminimalisasi asap agar tidak menyebar.

"Saya sampaikan bahwa dalam perubahan anggaran pun akan ada alokasi untuk itu. Nanti tahun 2027 kita akan alokasikan lebih banyak lagi supaya bisa mendekati yang ideal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Uni Eropa Kian Serius Tinjau Keanggotaan Ukraina

57 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Uni Eropa Kian Serius Tinja...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.