Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melindungi Ribuan Tanaman Konservasi dari Karhutla

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Melindungi Ribuan Tanaman Konservasi dari Karhutla Doc: Antara
Ket. Petugas melakukan pemeliharaan dan pemantauan tanaman konservasi dari ancaman karhutla di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026).

Banjarbaru - Kebun Raya Banua milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat perlindungan ribuan tanaman konservasi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peningkatan kewaspadaan serta optimalisasi pemeliharaan tanaman selama musim kemarau panjang.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua Rahmat Maidiyanto di Banjarbaru, Rabu, mengatakan kawasan konservasi tersebut pernah terdampak kebakaran yang berasal dari area luar, tepatnya wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan pada Juli 2026 ketika musim kemarau belum mencapai puncak.

“Terakhir terjadi di bulan Juli yang sebenarnya bukan puncaknya kemarau, tetapi ini kiriman dari area yang berbatasan langsung dengan hutan,” ujarnya.

Dia mengatakan kebakaran dari area sekitar kembali menjadi perhatian pengelola, meskipun kejadian tersebut tidak merembet terlalu luas ke kawasan Kebun Raya Banua sehingga dampaknya terhadap kawasan konservasi dapat dibatasi.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, pengelola memperkuat pemeliharaan tanaman untuk mengantisipasi dampak kekeringan melalui perbaikan jaringan penyiraman, optimalisasi penggunaan truk tangki, serta pembokoran tanah agar air lebih efektif meresap hingga ke akar tanaman.

Ia menyebutkan kondisi kekeringan saat ini tergolong ekstrem dan dinilai lebih kering dibandingkan periode 2019–2020, sehingga sejumlah tanaman koleksi mengalami kekeringan berat meskipun pengelola terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air melalui penyiraman.

Untuk menjaga kelestarian koleksi tumbuhan, pengelola meminta seluruh petugas meningkatkan perhatian terhadap tanaman di zona tanggung jawab masing-masing melalui pemantauan dan pemeliharaan yang lebih intensif agar kondisi tanaman dapat diketahui dan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan.

“Strategi ke depan tetap mengoptimalkan penyiraman, kemudian memberikan semangat juga kepada kawan-kawan supaya lebih ekstra lagi memelihara dan memperhatikan tanaman di zona atau tanaman masing-masing, karena yang memperhatikan ini tentunya kalau bukan kita, siapa lagi,” ujar Rahmad.

Kebun Raya Banua merupakan kawasan konservasi tanaman seluas 100 hektare yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan memiliki sertifikasi internasional sebagai anggota Botanical Gardens Conservation International (BGCI), serta meraih penghargaan Kebun Raya Terbaik I se-Indonesia pada Kebun Raya Award 2025.

Kawasan tersebut memiliki lebih dari 3.000 jenis tanaman, termasuk tanaman obat, anggrek, tanaman langka, serta berbagai tumbuhan khas dan endemik seperti ulin, kasturi, meranti, kayu manis, dan beragam jenis kantong semar yang menjadi bagian dari kekayaan koleksi konservasi Kebun Raya Banua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
FAO Serukan Kerja Sama Glob...
Luar Negeri
OPEC Proyeksikan Permintaan...
Luar Negeri
Bank of America Didenda $1,...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.