Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini 10 Menteri yang Disorot Survei Arawicaksa
Rabu, 14 Okt 2026, 04:00 WIBJakarta - Survei Arawicaksa Institute mengidentifikasi 10 menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Merah Putih yang mendapat penilaian positif dari publik menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
âPublik menyoroti kinerja sejumlah menteri dengan gebrakan dan terobosan yang membantu terjaganya citra pemerintahan Prabowo-Gibran,â kata Peneliti Senior Arawicaksa Institute Rudi Hartono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/10).
Menurut Rudi, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam penilaian publik. Ia menyoroti program revitalisasi sekolah yang dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Sepanjang 2025, sebanyak 16.617 sekolah menjadi sasaran program revitalisasi, dengan perbaikan fisik terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Pada 2026, sasaran program diperluas menjadi 71.744 sekolah, termasuk sekolah yang terdampak bencana dan berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain revitalisasi sekolah, peningkatan kemampuan dasar siswa juga menjadi perhatian, termasuk literasi sains yang mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA). Dalam keterangan survei tersebut, literasi membaca disebut meningkat dari 359 menjadi 365.
Di sektor pertanian, Rudi menyoroti upaya pemerintah mewujudkan swasembada beras di tengah berbagai tantangan produksi dan distribusi pangan.
Produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi pada 2026 diperkirakan naik menjadi 34,77 juta ton, dengan surplus beras disebut mencapai 3,56 juta ton.
Selain itu, penyerapan beras oleh Perum Bulog disebut mencapai 3 juta hingga 4 juta ton setiap tahun. Harga pembelian gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
âDi sisi lain, keberhasilan swasembada pangan dibayang-bayangi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino, hingga serangkaian bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan,â kata Rudi.
Selain sektor pendidikan dan pertanian, survei tersebut turut menyoroti kinerja Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rudi menilai komunikasi pemerintah kepada publik menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penilaian terhadap para pejabat tersebut.
âPrasetyo Hadi tampil prima dalam mengomunikasikan sikap dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam menegur para menteri yang dinilai kontroversial di mata publik,â tuturnya.
Ia juga menyoroti peran Teddy Indra Wijaya dalam menjelaskan berbagai isu yang menjadi perhatian publik terhadap pemerintah.
Nama lain yang turut tercantum dalam daftar survei tersebut adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Arawicaksa Institute melaksanakan survei pada 3â8 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling.
Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Alami Kekeringan Sumur, 21 KK di Kota Madiun Dapat Bantuan Air Bersih dari BPBD
-
Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM
-
CPNS Guru 2026 Segera Dibuka, Cek Skema Pengangkatan PPPK Paruh Waktu
-
Terapi Psikososial di Malang Bantu Disabilitas Tingkatkan Kemandirian dan Kepercayaan Diri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.