PP P3B Resmi Dilantik, Perkuat Peran Perempuan Bengkulu dalam Pembangunan

Selasa, 13 Okt 2026, 17:45 WIB

JAKARTA — Pengurus Pusat Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (PP P3B) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Murphy's Ballroom, Luxury Inn Arion Hotel, Jakarta Timur, Minggu (11/10/2026). Organisasi ini menargetkan penyatuan potensi perempuan Bengkulu dari berbagai latar belakang untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan kontribusi dalam pembangunan daerah.

Pelantikan dipimpin Ketua Dewan Pembina PP P3B, Maya Miranda Ambarsari. Prosesi tersebut meliputi pembacaan surat keputusan, pengucapan sumpah atau janji pengurus, penyerahan bendera pataka dan bendera Merah Putih, serta penandatanganan pakta integritas.

Ket. Foto: Sesi foto para Pengurus Pusat Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu periode 2026–2031 yang resmi dilantik. Organisasi ini memprioritaskan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan peran perempuan dalam pembangunan. — Sumber: PP P3B

Kepengurusan periode 2026–2031 dipimpin Diah Nurhadini, yang akrab disapa Dini Primadini, sebagai ketua umum. Dalam masa kepengurusannya, PP P3B akan memprioritaskan program pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan pelatihan keterampilan, perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi mengenai perundungan dan kekerasan.

Dini mengatakan, salah satu fokus organisasi adalah menyatukan perempuan Bengkulu yang memiliki beragam profesi, pengalaman, dan prestasi agar dapat saling mendukung dan berkolaborasi.

“Melalui PP P3B, saya ingin perempuan-perempuan Bengkulu bersatu. Kita memiliki banyak perempuan hebat dengan kemampuan, pengalaman, dan prestasi di bidang masing-masing. Potensi ini perlu kita satukan agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat saling mendukung, berkolaborasi, dan bersama-sama memajukan Provinsi Bengkulu,” ujar Dini melalui keterangannya pada Selasa (13/10/2026).

Selain program pemberdayaan, PP P3B juga akan mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan pemerintahan. Organisasi ini berharap perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Dini, yang memimpin Primadini Caraka Training Camp (PCTC), mengatakan pengalaman di bidang pendidikan dan pelatihan akan menjadi salah satu bekal dalam mengelola organisasi. Pendekatan yang menekankan disiplin dan konsistensi diharapkan dapat membantu pengurus menjalankan program sesuai komitmen bersama.

Dorong Solidaritas dan Keterlibatan Perempuan

Ketua Dewan Pembina PP P3B, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap daerah asal. Menurut dia, kebanggaan terhadap Bengkulu perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

“Kita harus bangga menjadi orang Bengkulu. Mari bersama-sama membangun Bengkulu dengan cara dan kemampuan masing-masing. Dengan saling menghormati, menyayangi, dan membantu, kita bisa menjadi lebih kuat,” kata Maya.

Maya berharap kepengurusan baru mampu merangkul perempuan lintas generasi, menghargai pengalaman para senior, sekaligus memberi ruang bagi generasi penerus untuk mengembangkan gagasan dan mengambil peran dalam pembangunan.

Menurut dia, semangat kebersamaan menjadi salah satu landasan untuk menjalankan program yang bermanfaat bagi perempuan dan masyarakat Bengkulu. Kolaborasi lintas generasi juga diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan organisasi.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Provinsi Bengkulu, Lenny John Latief, menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam pembangunan, terutama di bidang kepemimpinan dan pemerintahan.

Dia berharap PP P3B dapat menjadi wadah untuk menyatukan potensi perempuan dan mendorong kontribusi mereka di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial.

“Harapan kami, dengan adanya PP P3B, perempuan semakin hadir dan mengambil peran dalam pembangunan. Potensi ini perlu disatukan agar kita bisa bersama-sama mengangkat perempuan dan memajukan Provinsi Bengkulu,” ujar Lenny.

Melanjutkan Sejarah Organisasi Sejak 1968

Salah satu inisiator PP P3B, Mawarti Anwar Duramin, menjelaskan bahwa organisasi tersebut memiliki sejarah perjuangan sejak 1968 dan turut berperan memperkenalkan Provinsi Bengkulu kepada masyarakat luas.

Menurut Mawarti, upaya menghidupkan kembali organisasi dilakukan melalui musyawarah pada 2025. Langkah tersebut bertujuan menghadirkan wadah perempuan yang lebih aktif dan produktif, sekaligus menyesuaikan kegiatan organisasi dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Pada 2025, kami bermusyawarah untuk membangkitkan kembali organisasi ini dan mengembangkannya menjadi Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu. Kami ingin organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, saling mendukung, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tutur Mawarti.

Dia mengatakan, kebangkitan kembali PP P3B merupakan upaya meneruskan sejarah dan nilai perjuangan para pendahulu, sekaligus membuka ruang bagi generasi berikutnya untuk membawa gagasan baru.

Melalui kepengurusan 2026–2031, PP P3B diharapkan dapat memperkuat persatuan perempuan Bengkulu dan mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Organisasi ini juga menargetkan peningkatan keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor pembangunan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.