Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat SDM Pengawasan, BPOM Terima Hibah 10 Hektare di Sulsel untuk Bangun Politeknik

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat SDM Pengawasan, BPOM Terima Hibah 10 Hektare di Sulsel untuk Bangun Politeknik Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kiri) menerima hibah lahan milik daerah seluas 10 hektare dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan di Kawasan Pucak, Kabupaten Maros itu akan dipakai untuk pembangunan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM)

JAKARTA –Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menerima hibah lahan milik daerah seluas 10 hektare dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan di Kawasan Pucak, Kabupaten Maros itu akan dipakai untuk pembangunan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM).

Dukungan ini jadi wujud sinergi BPOM dan Pemprov Sulsel untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang pengawasan obat dan makanan.

Sertifikat Hak Pakai lahan tersebut diterima langsung Taruna dari Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar, Selasa (13/10/2026). Penerbitan sertifikat ini jadi tonggak penting karena memberikan kepastian hukum atas aset negara sekaligus mendukung persiapan pembangunan kampus.

Sebelumnya, Taruna sudah menandatangani Nota Kesepakatan dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Makassar pada 28 Agustus 2025.

Perjalanan penyediaan lahan dimulai sejak Januari 2025, saat Kepala BPOM bersama Bupati Maros dan DPRD Maros meninjau langsung lokasi di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Peninjauan itu jadi koordinasi awal untuk menyiapkan pusat pendidikan pengawasan obat dan makanan.

Setelah penandatanganan dokumen hibah, proses dilanjutkan dengan pengukuran dan pematokan batas tanah, pemenuhan persyaratan teknis dan pertanahan, serta penyelesaian administrasi hibah dan pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Dokumen hibah juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel dan Sekretaris Utama BPOM. Sejak itu, tanggung jawab pengelolaan, pemeliharaan, dan pengamanan aset beralih ke BPOM sesuai perjanjian.

Pembangunan Poltek POM diharapkan memperkuat kapasitas BPOM dalam menyiapkan tenaga profesional yang sesuai kebutuhan pengawasan obat dan makanan. Keberadaannya juga jadi bagian upaya jangka panjang untuk melindungi kesehatan masyarakat lewat pengawasan yang lebih berkualitas.

“Politeknik ini nantinya akan menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon pengawas obat dan makanan yang kompeten,” ujar Taruna.

Kerja sama ini tidak hanya soal lahan, tapi juga pengembangan pendidikan vokasi. Dalam Nota Kesepakatan, Pemprov Sulsel diberi ruang untuk merekomendasikan calon peserta didik berprestasi dari SMA/SMK negeri, dengan kuota paling sedikit 10 persen dari total penerimaan mahasiswa baru.

Skema ini membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk mendapat akses pendidikan dan mengembangkan kompetensi di bidang pengawasan obat dan makanan. Di sisi lain, ini juga bisa meningkatkan kualitas SDM daerah dan memperluas kontribusi tenaga profesional untuk pengawasan di Indonesia.

Dukungan Pemprov Sulsel ini jadi modal penting bagi BPOM dalam mengembangkan pendidikan kedinasan yang berorientasi pada kebutuhan pengawasan.

“Saya menyambut baik dukungan penuh dari Pemprov Sulsel. Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan SDM yang kompeten dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu obat serta makanan yang beredar di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” kata Taruna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bali Kejar Target Nol Emisi...
Megapolitan
Jangan Sampai Terjerat Pung...
Nasional
Geger OTT KPK di BNPB! 14 O...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.