Para Unggulan Berpeluang Saling Jegal di Wuhan

Selasa, 13 Okt 2026, 06:42 WIB

WUHAN, TIONGKOK - Petenis Belarusia Aryna Sabalenka dan rivalnya asal Polandia Iga Swiatek berpeluang kembali berhadapan dalam laga besar pada perempat final Wuhan Open 2026. Berdasarkan hasil undian, kedua mantan petenis nomor satu dunia itu berada di kuarter pertama turnamen WTA 1000 terakhir musim ini.

Sabalenka menempati posisi unggulan pertama dan mengincar gelar keempatnya di Wuhan. Sabalenka telah tiga kali menjuarai turnamen ini dan berambisi meraih gelar lagi. Peluangnya semakin terbuka setelah petenis Kazakhstan Elena Rybakina dan juara bertahan Coco Gauff mengundurkan diri sebelum turnamen dimulai.

Ket. Foto: Petenis Belarus Aryna Sabalenka mengembalikan bola ke arah petenis Republik Ceko Nikola Bartunkova dalam pertandingan tunggal putri turnamen tenis China Open di Beijing pada 4 Oktober 2026. — Sumber: Pedro PARDO / AFP

Jessica Pegula menjadi unggulan kedua. Sedangkan Mirra Andreeva menempati posisi unggulan ketiga. Linda Noskova melengkapi empat besar unggulan dengan menempati posisi keempat. Di kuarter pertama, Sabalenka berpotensi bertemu Swiatek, yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh, di perempat final. Catatan pertemuan kedua pemain masih berpihak kepada Swiatek dengan keunggulan 8-5. Namun, persaingan mereka di lapangan keras berlangsung seimbang, masing-masing mengantongi tiga kemenangan dari enam pertemuan.

Pertemuan terakhir mereka terjadi lebih dari setahun lalu di Prancis Open. Kini, Sabalenka berusaha kembali menemukan momentum juara. Swiatek memburu hasil penting untuk mengamankan posisinya dalam persaingan menuju WTA Finals.

Di kuarter kedua, unggulan ketiga Andreeva berpotensi menghadapi Marta Kostyuk, yang menempati unggulan kedelapan. Kostyuk memenangi tiga dari empat pertemuan mereka, termasuk dua pertandingan di lapangan keras. Namun, Andreeva merebut kemenangan paling bergengsi ketika mengalahkannya di Prancis Open tahun ini.

Salah satu pertandingan putaran pertama yang patut diperhatikan adalah duel Clara Tauson melawan Marie Bouzkova. Tauson, yang sempat menempati unggulan ke-10 di Wuhan tahun lalu, mengalami penurunan peringkat akibat cedera punggung dan kini berada di posisi ke-42 dunia. Sebaliknya, Bouzkova datang dengan modal permainan bertahan yang solid dan kecepatan yang dapat menyulitkan lawannya. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.