Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pajak Tak Boleh Jadi Beban Ketidakpastian, DJP Perkuat Kerja Sama Lewat BRITACOF

2 Selasa, 13 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pajak Tak Boleh Jadi Beban Ketidakpastian, DJP Perkuat Kerja Sama Lewat BRITACOF Pajak Tak Boleh Jadi Beban Ketidakpastian, DJP Perkuat Kerja Sama Lewat BRITACOF Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia
Ket. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto (kiri) dan Sekretaris Eksekutif Sekretariat BRITACOM Huang Suhua dalam konferensi pers agenda (BRITACOF) Ke-7 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjadi tuan rumah forum internasional Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) Ke-7 yang bertujuan untuk memperkuat kepastian pajak bagi dunia usaha.

“Forum ini melibatkan 38 negara dan 30 lembaga internasional. Kita bisa meningkatkan administrasi pajak masing-masing, dan sekaligus meningkatkan layanan bagi wajib pajak,” kata Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam BRITACOF Ke-7 di Jakarta, Selasa (13/10).

Dia menjelaskan, forum tersebut membahas empat agenda utama, yaitu pemanfaatan teknologi dalam administrasi pajak, peningkatan pelayanan wajib pajak, penguatan kapasitas institusi perpajakan, serta penguatan dialog dengan dunia usaha dan industri.

Bimo menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarnegara untuk menghadapi perubahan model bisnis dan transaksi lintas batas.

Pembahasan dalam forum itu termasuk mengenai identifikasi wajib pajak dan transaksi, pendekatan pemajakan atas layanan digital, serta pertukaran data antarnegara.

Selain itu, forum juga mendiskusikan perkembangan akal imitasi (AI) dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi serta administrasi perpajakan.

Teknologi itu dinilai membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak, sekaligus menuntut administrasi pajak beradaptasi dengan perubahan model bisnis.

Dirjen Pajak berharap kerja sama yang kuat dapat meningkatkan kepastian perpajakan, memudahkan pemenuhan kewajiban pajak, serta mendukung perdagangan dan investasi.

“Forum ini juga bisa menjadi kolaborasi internasional untuk administrasi pajak yang lebih adaptif, yang mampu memfasilitasi kepastian pajak dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Bimo menambahkan.

Selain membahas tantangan perpajakan digital, BRITACOF 2026 mengagendakan peluncuran Tax Administration Product Portfolio (TAPP) 2.0 dan Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0.

Kedua produk tersebut memuat praktik administrasi dan pelayanan perpajakan yang dapat menjadi referensi bagi setiap negara dalam mengembangkan sistem sesuai kebutuhan dan karakteristiknya.

“Apabila kedua produk ini dapat dikelola dengan baik, saya yakin kita dapat membantu menciptakan keseimbangan yang baik antara kepentingan otoritas perpajakan dan wajib pajak,” ujar Sekretaris Eksekutif Sekretariat BRITACOM Huang Suhua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.