Pemprov Sumut Targetkan Bebas Rabies Tahun 2030, Terima Penghargaan MURI
📅 Senin, 28 Sep 2026, 01:20 WIB | Oleh: AlfredMEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut mendeklarasikan komitmen mewujudkan Sumut bebas rabies pada tahun 2030 di Lapangan Astaka Pancing, Kabupaten Deli Serdang.
"Deklarasi komitmen bersama ini memperkuat pencegahan, dan pengendalian rabies secara terpadu guna melindungi kesehatan masyarakat," ucap Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya di Lapangan Astaka Pancing, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Minggu (27/9).
Surya mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan vaksin di seluruh kabupaten/kota, pelaksanaan surveilans dan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, Surya menerima sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) atas capaian vaksinasi rabies sebanyak 15 ribu dosis.
"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara," katanya.
Surya mengungkapkan Sumatera Utara mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025.
Menurut dia, angka tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan rabies tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut perlindungan dan keselamatan masyarakat.
"Namun, target Sumatera Utara bebas rabies tidak akan tercapai apabila hanya menjadi tanggung jawab satu pihak," ujarnya.
Karena itu, Pemprov Sumut mengajak pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan rabies.
"Saya juga mengajak seluruh masyarakat rutin memvaksinasi hewan peliharaannya. Kesadaran masyarakat merupakan kunci untuk memutus rantai penularan rabies," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin mengatakan persoalan rabies tidak hanya berkaitan dengan jumlah kasus atau vaksinasi.
Menurut Nuryani, rabies juga menyangkut kesehatan dan keselamatan manusia karena setiap kasus dapat menimbulkan kecemasan bagi keluarga yang terdampak.
"Ada orang tua berharap anaknya diselamatkan, dan ada kehidupan yang dapat berakhir karena penyakit rabies ini sebenarnya dapat kita cegah," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!