Korut Luncurkan Sejumlah Misil Balistik ke Laut Jepang

Selasa, 13 Okt 2026, 02:15 WIB

SEOUL – Militer Korea Selatan (Korsel) pada Senin (12/10) menyatakan bahwa Korea Utara (Korut) telah menembakkan sejumlah misil balistik di lepas pantai timurnya, setelah berminggu-minggu terjadi gesekan yang meningkat terkait ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat yang memisahkan kedua negara.

Sejak ledakan yang melukai tiga tentara Korsel di wilayah Demiliterisasi (DMZ) yang dikuasai Seoul, kedua negara telah menggembar-gemborkan uji tembak teknologi misil yang telah ditingkatkan.

Ket. Foto: Monitor televisi di stasiun kereta Seoul sedang menayangkan berita peluncuran misil Korut pada Senin (12/10). Militer Korsel pada Senin pagi melaporkan bahwa Korut telah menembakkan sejumlah misil balistik. — Sumber: AFP/PHILIP FONG

"Militer kami mendeteksi sekitar pukul 09.20 beberapa misil balistik yang diluncurkan dari wilayah Pyongyang menuju Laut Timur," kata Kepala Staf Gabungan (JCS), merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

"Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan," imbuh militer Korsel.

Kementerian Pertahanan Jepang secara terpisah mengkonfirmasi peluncuran yang diduga setidaknya satu misil balistik.

Beberapa misil Korut yang terdeteksi terbang lebih dari 900 kilometer, kata JCS, sementara Seoul dan sekutu lamanya, Amerika Serikat (AS), kini sedang melakukan analisis spesifikasi pastinya.

Sementara itu Kantor Keamanan Nasional Korsel segera mengadakan pertemuan keamanan darurat setelah peluncuran tersebut untuk meninjau kesiapan militer negara itu.

Pada 3 Oktober lalu, Pyongyang diketahui telah melakukan uji tembak misil balistik jarak menengah yang menurut Kim Yo-jong menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang mampu mengubah lintasan terbangnya pada ketinggian rendah.

Beberapa hari kemudian, Seoul menyatakan bahwa mereka telah berhasil menguji coba kendaraan luncur hipersonik (HGV) buatan dalam negeri, yaitu senjata yang dibawa ke atmosfer atas oleh pendorong roket atau misil balistik sebelum meluncur menuju targetnya.

Kantor Kepresidenan Korsel, Blue House, mengatakan bahwa HGV menawarkan kemampuan pencegahan baru yang mampu menyerang target-target penting di lingkungan operasional Semenanjung Korea.

Pada Oktober lalu, Korut juga meluncurkan beberapa misil balistik jarak pendek sehari setelah Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan bertemu dengan Kim Jong-un tahun ini. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.