Kemendag Dorong Peningkatan Kualitas Produk UMK Padang agar Bisa Tembus Pasar Global
Selasa, 13 Okt 2026, 13:27 WIBJAKARTA â Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, supaya dapat berdaya saing dan mampu menembus pasar global.
Adapun, salah satu bentuk komitmen yaitu berupa Bimbingan Teknis Standardisasi Bidang Perdagangan bertema "Dari Minang Mendunia: Produk Berkualitas, Cita Rasa Berkelas Dunia" yang diselenggarakan di Kota Padang.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/10), mengatakan bahwa standardisasi dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMK sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.
"Produk UMK daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global. Keunikan dan identitas lokal merupakan kekuatan yang harus dipertahankan, tetapi pada saat yang sama harus diperkuat dengan kualitas yang konsisten, pemenuhan standar, keamanan produk, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan,â ujar Moga.
Menurut Moga, kesiapan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, namun juga kemasan, branding, pemasaran, serta kemampuan untuk memenuhi regulasi dan persyaratan teknis negara tujuan ekspor.
"Kita ingin makin banyak produk lokal yang mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, UMK perlu dipersiapkan agar tidak hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu membuktikan kualitasnya, memenuhi persyaratan pasar, dan membangun kepercayaan konsumen. Inilah semangat 'Dari Lokal Untuk Global',â ujar Moga.
Dalam kesempatan sama, Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Sukoco mengatakan bahwa keunikan produk daerah merupakan modal penting untuk bersaing di pasar global.
"Produk UMKM daerah memiliki keunikan dan kekuatan yang menjadi modal untuk bersaing di pasar global. Potensi tersebut perlu didukung dengan kualitas produk, kemasan, branding, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan,â ujar Sukoco.
Antusiasme peserta terlihat melalui keterlibatan aktif dalam diskusi dan sesi konsultasi, dengan salah satu peserta yaitu Pelaku UMK dari Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sulastri yang menilai bahwa Sumatera Barat memiliki beragam produk pangan yang berpotensi dapat dikembangkan ke pasar yang lebih luas.
âSelama ini, rendang memang sudah sangat dikenal dan identik dengan Sumatera Barat. Namun, masih banyak produk lainnya, seperti kalio dan berbagai makanan khas daerah yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan diperkenalkan hingga ke pasar ekspor,â ujar Sulastri.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Padang, Syahrial Kamat menyampaikan bahwa standardisasi dan mutu merupakan instrumen penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.
âPemenuhan standar mutu bukanlah sebuah beban, melainkan instrumen utama untuk membangun kepercayaan konsumen, memperkuat citra produk, dan membuka pintu seluas-luasnya menuju pasar internasional,â ungkap Syahrial.
Syahrial menilai, kekayaan produk pangan Kota Padang yang sejalan dengan visi sebagai Gastronomy City merupakan modal penting untuk dikembangkan ke pasar global.
Namun demikian, menurutnya, cita rasa dan keunikan lokal perlu diperkuat dengan konsistensi mutu, keamanan pangan, pemenuhan regulasi teknis, serta kemasan dan penjenamaan (branding).
âKita ingin menawarkan the taste of experience, pengalaman cita rasa kuliner Minang yang autentik kepada masyarakat dunia. Namun, di era kompetitif ini, memproduksi makanan lezat saja tidak cukup,â ujar Syahrial.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 211 peserta yang terdiri atas pelaku UMK dan para pemangku kepentingan terkait mengikuti pembekalan mengenai mutu dan standardisasi, persyaratan pasar ekspor, desain kemasan, strategi branding dan marketing produk, serta sesi berbagi pengalaman pelaku usaha yang telah memasuki pasar ekspor.
Melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan terkait, âDari Minang Menduniaâ diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat cita rasa, keunikan, dan identitas lokal menjadi produk yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan pasar global.
Dengan penguatan mutu, standardisasi, kemasan, branding, serta pemahaman persyaratan pasar tujuan, semakin banyak produk unggulan asal Minang diharapkan mampu naik kelas, menembus pasar internasional, dan membawa identitas Sumatra Barat ke panggung dunia.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo dan MBZ Perkuat Kemitraan Strategis di Istana Qasr Al Bahr
-
Perum Bulog: Stok Beras Tembus 5 Juta Ton
-
BMKG Deteksi Siklon Jangmi yang Berpotensi Tingkatkan Hujan di Indonesia
-
Kemendikdasmen Percepat Data Sekolah Rusak akibat Gempa NTT
-
Survei Ungkap Warga Filipina Tak Bisa Lakukan Apa-apa untuk Setop Korupsi Pemerintah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.