Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Biarkan Karbon Biru Menguap, KKP dan AZEI Cari Model Pembiayaan Inovatif

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Biarkan Karbon Biru Menguap, KKP dan AZEI Cari Model Pembiayaan Inovatif Doc: ANTARA/ Yusuf Nugroho.
Ket. Ilustrasi - Kawasan wisata konservasi hutan Mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang, Jawa Tengah.

YOGYAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Asosiasi Zero Emisi Indonesia (AZEI) menjajaki pengembangan inovasi pembiayaan proyek karbon biru sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kelautan rendah emisi dan perlindungan ekosistem pesisir.

Kerja sama tersebut merupakan salah satu dari enam ruang lingkup kesepakatan antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP dan AZEI yang ditandatangani pada 5 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara, dalam siaran pers KKP yang diterima di Yogyakarta, Selasa (13/10), mengatakan, kemitraan tersebut diharapkan dapat mendorong pelaksanaan program kelautan rendah emisi melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut dia, AZEI memiliki kepakaran dan platform lintas sektor yang dapat mempertemukan kepemimpinan, jaringan teknologi, pembiayaan, hingga investasi.

"Kami berharap kemitraan ini dapat memastikan gagasan kelautan rendah emisi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan menjadi program yang konkret dan memberikan manfaat di lapangan,” kata Koswara.

Selain inovasi pembiayaan karbon biru, kesepakatan tersebut mencakup pengembangan model mobilitas dan infrastruktur rendah emisi, penguatan sistem pengelolaan karbon biru, pengelolaan sampah, serta pengembangan ekosistem pergaraman berkelanjutan.

Kerja sama juga meliputi publikasi dan diseminasi informasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

KKP menyatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan ekonomi biru, termasuk mendukung target perluasan kawasan konservasi laut hingga 30 persen dari total wilayah perairan Indonesia atau sekitar 97,5 juta hektare pada 2045.

Pengembangan karbon biru menjadi salah satu fokus kerja sama tersebut seiring upaya memperkuat perlindungan ekosistem pesisir yang berperan dalam penyerapan dan penyimpanan karbon.

KKP berharap kesepakatan bersama tersebut segera ditindaklanjuti melalui program yang terukur dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kualitas ekosistem laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.