- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Lampaui Yogyakarta...
Jakarta Lampaui Yogyakarta sebagai Kota Pelajar
Selasa, 13 Okt 2026, 01:05 WIBJAKARTA â Lembaga QS Best Student Cities 2027 menempatkan Jakarta berperingkat ke-117 dunia untuk kota-kota untuk sekolah. Peringkat ini tertinggi di Indonesia, sedikit di atas Yogyakarta yang berada di nomor 118. âKarena perbaikan sekolah-sekolah hingga program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, Jakarta kini menjadi kota pelajar nomor satu Indonesia,â tutur Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Senin (12/10).
âSelama ini Jakarta bukan nomor satu kota tempat belajar. Sekarang Jakarta menjadi kota pelajar nomor satu Indonesia,â jelas Pramono usai meninjau renovasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur. Menurut Pramono, Pemprov Jakarta memberikan perhatian secara khusus di bidang pendidikan. Bahkan, kini sebagian besar murid dari keluarga yang memenuhi syarat, mendapat KJP maupun KJMU.
âItulah yang menjadi prioritas utama Jakarta. Kalau sarana prasarana pendidikannya tidak dipersiapkan dengan baik, maka percuma juga. Saya menyampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan fasilitas sarana prasarana sebaik mungkin,â ujarnya. Maka, Pemprov Jakarta akan terus memperbaiki sekolah-sekolah. Dinas Pendidikan Jakarta akan mendata sekolah yang perlu direnovasi agar diajukan kepada Gubernur Jakarta.
Sekolah yang sudah dibangun atau telahdiperbaiki harus dirawat dengan baik. âSebab selama ini kelemahan kita kelemahan semua, bisa membangun tetapi tidak dapat merawat dengan baik,â tandas Pramono. Sebelumnya, Pemprov Jakarta telah merampungkan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah yang menjadi target pada tahun anggaran 2025.
Renovasi dan revitalisasi tersebut dilaksanakan di lima wilayah administrasi Jakarta dengan total anggaran Rp876,7 miliar. Adapun program renovasi dan revitalisasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan. Ini mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), serta sekolah menengah kejuruan (SMK).
Bertingkat
Pada bagian lain, Pramono Anung Wibowo mengungkapkan, karena keterbatasan lahan, maka sekolah-sekolah yang baru direnovasi kini terintegrasi dan bertingkat. Salah satu contoh sekolah yang kini terintegrasi setelah direnovasi adalah SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
âKenapa Jakarta sekarang ini mengintegrasikan salah satu contoh yang di sini, karena memang persoalan Jakarta kekurangan lahan. Dengan semakin mahalnya lahan, maka harus diefektifkan lahan yang ada,â jelas Pramono. Dengan mengintegrasikan sekolah, Pramono menandaskan, lahan yang bisa dimanfaatkan pun semakin luas.
Contohnya, dua sekolah tersebut, kini semakin banyak fasilitas olahraga yang dimiliki seperti lapangan basket dan lapangan mini sepak bola. Sebab kalau bangunannya tidak tingkat, hanya satu lantai, pasti lahannya terbatas. Maka, saat diusulkan untuk ditingkat, Pramono setuju. Ada yang lima tingkat, ada pula yang enam tingkat.
Dengan bangunan sekolah kini sudah dibuat bertingkat, fasilitas lift juga disediakan untuk memudahkan akses siswa dan siswi, apalagi bagi penyandang disabilitas. Memang untuk sementara waktu, terutama pada awal-awal, para murid perlu menyesuaikan diri dengan bangunan bertingkat. Tapi nanti lama-lama semua akan terbiasa.
Sedangkan terkait SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Pasar Rebo yang baru rampung direnovasi, Pramono menyatakan, sebelum direnovasi umurnya 50 dan 60 tahun. Dulu bangunannya flat dan inilah pertama kali direnovasi. Kemudian, diintegrasikan menjadi bertingkat supaya lahannya bisa digunakan untuk sarana olahraga.
Kini sekolah tersebut sudah tak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Bahkan sekarang setiap kelas di dua sekolah tersebut dilengkapi dengan smart board. Biaya yang dibutuhkan merenovasi dua sekolah adalah Rp101,3 miliar. âKalau dilihat sekolah ini nggak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri,â ujar Pramono. Selain ada lapangan, juga terdapat perpustakaan dan kantin. âRuang belajar mengajarnya sangat representatif,â ungkap Pramono.
Untuk menjaga keamanan siswa-siswi, mereka akan selalu didampingi guru saat menggunakan lift.
- kota pelajar
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.