Atasi Kabut Asap, Pemerintah Uji Coba Penyemaian Dry Ice di Sumsel
Selasa, 13 Okt 2026, 11:01 WIBPALEMBANG - Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah prioritas untuk uji coba penyemaian dry ice atau gas karbon dioksida padat sebagai upaya mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kota Palembang.
Gubernur Sumsel Herman Deru usai rakor penanganan karhutla dengan Presiden Prabowo Subianto secara daring di Palembang, Senin (12/10), mengatakan rencana penerapan teknologi tersebut merupakan inovasi baru hasil kerja sama Indonesia dengan Thailand yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla secara daring.
Penyemaian dry ice diprioritaskan untuk diterapkan di lokasi strategis yang terdampak kabut asap, seperti bandara dan lapangan udara milik TNI.
"Minimal dilakukan di tempat strategis seperti bandara, lapangan udara milik TNI mungkin, dengan teknologi dry ice," ujarnya.
Uji coba dalam skala lebih besar direncanakan berlangsung di Sumsel dengan dukungan pengangkutan dry ice menggunakan pesawat Hercules sesuai arahan Presiden.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan penyemaian dry ice tengah dikaji sebagai salah satu alternatif penanganan kabut asap melalui upaya memengaruhi kondisi atmosfer yang menghambat pertumbuhan awan.
Teknologi tersebut ditujukan untuk membongkar lapisan inversi di atmosfer, yakni kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu sehingga pergerakan udara vertikal terhambat.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan asap terperangkap dan menumpuk di suatu wilayah, sekaligus menghambat pertumbuhan awan.
"Dengan dry ice, diharapkan dapat menghilangkan penghambat tumbuhnya awan sekaligus agar asap yang terjebak bisa bergerak ke luar mengikuti angin. Secara konsep agak berbeda dengan teknik penyemaian awan," jelasnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
2,4 Juta Lansia Terkena ISPA Selama Januari-Agustus 2026
-
BMKG Imbau Nelayan untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Sultra
-
Bukan Sekadar Komoditas, OJK-Pemkab Kolaka Utara Dorong Kakao Jadi Mesin Ekonomi
-
Kementerian PU Percepat Uji Coba Kedua Sistem Transaksi Tol Nontunai, Nirsentuh, dan Nirhenti
-
Hingga September 2026, Perum Bulog Salurkan 4.819 Ton Beras SPHP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.