Arab Saudi Alihkan Sejumlah Baterai Pertahanan Udara Guna Lindungi Istana Kerajaan

Selasa, 13 Okt 2026, 20:07 WIB

MOSKOW - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menggunakan istana yang dilengkapi bunker di tengah serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Riyadh, demikian laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) mengutip sejumlah sumber.

Menurut laporan yang diterbitkan Senin (12/10), Mohammed bin Salman terakhir kali muncul di depan publik pada 6 Oktober, ketika ia mendonorkan darah untuk mendukung program donor darah.

Ket. Foto: Mohammed bin Salman — Sumber: AFP/Nathan Howard/POOL

Otoritas Arab Saudi menghadapi kesulitan dalam mengerahkan sistem pertahanan udara di seluruh wilayah negara yang luas, menurut laporan tersebut. Akibatnya, mereka memindahkan sejumlah baterai pertahanan udara untuk melindungi istana dan infrastruktur energi.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Arab Saudi telah meminta bantuan Pakistan, sekutu militernya, serta mencari sistem pertahanan udara dari berbagai negara di dunia.

Selain itu, Riyadh semakin mempertimbangkan kemungkinan penyelesaian konflik dengan kelompok Houthi melalui jalur diplomatik, menurut laporan tersebut.

Kelompok Houthi telah menyerang fasilitas minyak Arab Saudi sejak bentrokan militer antara kelompok itu dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali terjadi pada pertengahan Juli, setelah jeda selama empat tahun.

Dalam beberapa hari terakhir, bandara internasional di Riyadh berulang kali menjadi sasaran serangan. Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.

Sementara itu, dua terminal penumpang juga terkena serangan tersebut, dan memicu kebakaran.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.