Agar Museum Tak Sepi Pengunjung, Lestari Dorong Penguatan Kompetensi Pengelola

Selasa, 13 Okt 2026, 00:16 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola museum daerah untuk mengatasi kesenjangan kualitas pengelolaan museum di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, bertepatan dengan peringatan Hari Museum Indonesia, Lestari mengatakan perbedaan kualitas pengelolaan antara museum nasional dan museum di daerah masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Ket. Foto: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. — Sumber: Antara foto/HO-MPR

“Indonesia tidak kekurangan gedung museum, yang kurang adalah orang-orang yang tahu cara mengelola, menarasikan, dan membuat warisan budaya tetap relevan bagi generasi berikutnya,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan hingga April 2026, Indonesia memiliki 516 museum.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 373 museum atau 72,3 persen telah teregistrasi, sedangkan 234 museum atau 45,3 persen telah terstandardisasi dalam tipe A, B, atau C.

Menurut Lestari, peningkatan kualitas permuseuman tidak cukup dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan sarana fisik, tetapi harus disertai penguatan kompetensi pengelola.

Kemampuan tersebut mencakup penyusunan tata pamer, pengembangan narasi koleksi, serta penyajian informasi sejarah dan kebudayaan agar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Ia menilai keterbatasan kapasitas pengelola museum daerah juga dapat memengaruhi efektivitas pemanfaatan anggaran revitalisasi.

Tanpa pemahaman yang memadai mengenai tata kelola dan substansi permuseuman, dukungan anggaran berisiko lebih banyak diarahkan untuk pembangunan fisik daripada peningkatan kualitas layanan dan penyajian koleksi.

Karena itu, Lestari mendorong adanya pendampingan dari institusi yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan museum kepada pemerintah daerah.

Pendampingan tersebut diperlukan agar pengembangan museum dapat dilakukan sesuai dengan kaidah permuseuman sekaligus mempertimbangkan karakteristik sejarah dan kebudayaan masing-masing daerah.

Pemerintah sebelumnya merencanakan revitalisasi hampir 200 museum dan cagar budaya sepanjang 2026, antara lain melalui pembenahan ruang pamer agar lebih menarik bagi generasi muda.

Namun, menurut Lestari, pembenahan fasilitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengelola agar revitalisasi tidak hanya menghasilkan perubahan tampilan bangunan.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dan media dalam menjaga keberlanjutan museum serta situs cagar budaya.

Ia berharap penguatan kerja sama antara pemerintah, pengelola museum, komunitas, dan masyarakat dapat menjadikan museum sebagai ruang pembelajaran yang relevan bagi generasi muda sekaligus sarana pelestarian warisan budaya bangsa.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.