- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polandia Siaga Dugaan Renc...
Polandia Siaga Dugaan Rencana Serangan terhadap PM Donald Tusk dan Menhan
Senin, 12 Okt 2026, 00:00 WIBWARSAWA â Aparat keamanan Polandia menyelidiki informasi mengenai dugaan rencana serangan terhadap Perdana Menteri Donald Tusk dan Menteri Pertahanan WÅadysÅaw Kosiniak-Kamysz. Pemerintah menyebut ancaman tersebut sangat mengkhawatirkan dan meminta seluruh aparat keamanan menanganinya secara serius.
Dari The Guardiak, juru bicara pemerintah Polandia, Adam SzÅapka, mengatakan Tusk telah menerima informasi mengenai ancaman tersebut pada Minggu pagi. Namun, hingga kini, pihak berwenang belum mengungkapkan secara terperinci bentuk ancaman maupun pihak yang diduga berada di balik rencana serangan itu.
Juru bicara pejabat yang mengawasi dinas intelijen Polandia, Jacek DobrzyÅski, mengatakan informasi awal diterima oleh dinas perlindungan negara sebelum diteruskan kepada kepolisian.
âKami menanggapi masalah ini dengan sangat serius,â kata DobrzyÅski setelah pertemuan darurat yang melibatkan pejabat dinas keamanan, kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri Polandia, Minggu.
Ia juga menyatakan aparat menilai terdapat kemungkinan besar bahwa ancaman tersebut telah diwujudkan. Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dasar penilaian tersebut ataupun apakah serangan benar-benar telah terjadi.
Penyelidikan ini berlangsung ketika Polandia meningkatkan kewaspadaan keamanan menyusul sejumlah insiden kekerasan di sekolah-sekolah. Tiga serangan di sekolah di Provinsi Mazovia, Polandia tengah, dilaporkan terjadi dalam rentang empat hari sepanjang pekan ini. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan sejumlah orang lainnya terluka, termasuk anak-anak.
Di luar ancaman keamanan domestik, pemerintah Polandia juga menaruh perhatian terhadap kemungkinan meningkatnya operasi hibrida Rusia di kawasan Eropa. Operasi semacam ini dapat mencakup berbagai bentuk gangguan, termasuk serangan siber, disinformasi, sabotase, hingga tindakan lain yang bertujuan melemahkan stabilitas negara.
Bulan lalu, Tusk memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan meningkatkan operasi hibrida terhadap negara-negara di sayap timur NATO. Ia juga menyebut adanya kekhawatiran mengenai potensi serangan menggunakan drone atau roket terhadap negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina, termasuk Polandia.
Menurut Tusk, langkah tersebut berpotensi digunakan untuk melemahkan dukungan negara-negara Barat terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Namun, Moskow membantah memiliki rencana seperti itu.
DobrzyÅski menambahkan bahwa dinas keamanan Polandia menerima semakin banyak ancaman dalam berbagai bentuk setiap bulannya. Kondisi tersebut membuat aparat harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi antarlembaga.
Meski dugaan rencana serangan terhadap Tusk dan Kosiniak-Kamysz masih dalam penyelidikan, pemerintah Polandia kini menghadapi tantangan untuk memastikan keselamatan pejabat negara sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman di dalam negeri maupun dari luar negeri.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Membanggakan, Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an 30 Juz di Libya
-
Sambut Ramadan, Pemkot Pariaman Gelar Pesantren Ramadan bagi Pelajar
-
Data Desil DTSEN Tak Sesuai, Warga Yogyakarta Bisa Ajukan Pemutakhiran
-
KPK Sebut Tak Perpanjang Pencekalan Fuad Hasan di Kasus Korupsi Kuota Haji karena KUHAP
-
Pembiayaan Ekonomi Rakyat Dikebut, Realisasi KUR hingga Agustus Capai Rp234,17 triliun
-
Rupiah Melemah 1,35% Sepanjang 2026
-
Peredaran Obat Keras Ilegal di Garut Jadi Sorotan, Polres Tegaskan Tak Ada Toleransi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.