Pertanian Kota Diharapkan Jadi Soko Guru Ekonomi

Senin, 12 Okt 2026, 12:50 WIB

TANGERANG – Semangat pertanian kota semakin digencarkan di kawasan Kota Tangerang. Harapannya ini bisa jadi soko guru ekonomi rakyat. Untuk itu, Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menggelar pelatihan hidroponik guna mendukung program urban farming bagi masyarakat, lengkap dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang, Yasin Surya, mengatakan pelatihan digelar untuk mengembangkan keterampilan budi daya tanaman berbasis hidroponik yang mempunyai peluang usaha besar di sektor pertanian perkotaan.

Ket. Foto: pertanian rakyat — Sumber: ist

Bentuk pelatihan ini berupa kelas intensif berbasis praktik bersama fasilitator berpengalaman selama kurang lebih sebulan, mulai 21 Oktober hingga 17 November 2026, di BLK Cipondoh.

Masyarakat yang berminat maka bisa melakukan pendaftaran yang dibuka hingga tanggal 19 Oktober 2026 melalui Super Apps Tangerang LIVE. Informasi selengkapnya bisa dilihat melalui laman media sosial Instagram @blk_kotatangerang.

“Jangan sampai kehabisan kuota sebab terbatas, segera daftar sekarang juga sesuai dengan prosedur yang diterapkan," kata Yasin di Tangerang, Senin.

Yasin menambahkan, pelatihan hidroponik yang menyediakan fasilitas uang akomodasi dan sertifikasi BNSP ini dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Tangerang.

Sementara itu, program urban farming di Kota Tangerang telah melibatkan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 kelompok pemberdayaan ikan. Sepanjang 2025, program tersebut menghasilkan berbagai komoditas, antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong.

Selain itu, tercatat pula produksi sebanyak 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga (Toga), serta 45 ekor ternak kambing dan domba yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Di sektor pertanian, Kota Tangerang memiliki 11 kelompok tani (poktan) yang terdiri dari tujuh poktan tanaman pangan dan empat poktan hortikultura. Tujuh poktan tanaman pangan tersebut mengelola 98 hektare lahan sawah dengan produksi mencapai 846 ton beras sepanjang 2025.

Sementara itu, kelompok tani hortikultura di wilayah yang sama berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan dengan menghasilkan 4,7 ton cabai besar serta 4,9 ton bawang merah pada periode tahun yang sama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.