Medan Targetkan 1.000 Penerima Tebus Ijazah, Transparansi Jadi Kunci
Senin, 12 Okt 2026, 02:00 WIBMedan - Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Roy Fachraby Ginting, menilai program Tebus Ijazah yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan dan kesempatan kerja.
âIjazah merupakan dokumen penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,â ujar Roy Fachraby di Medan, Ahad (11/10).
Menurut dia, program tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan, yakni mengembangkan potensi diri, membentuk kepribadian, serta mempersiapkan generasi muda agar mandiri dan mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Ia mengatakan program Tebus Ijazah dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, khususnya siswa dan lulusan sekolah yang ijazahnya masih tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.
âAkses terhadap ijazah dapat membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan sekolah atau mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,â katanya.
Roy mengapresiasi Pemerintah Kota Medan yang telah menggagas program tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaannya, yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), disertai pengawasan yang transparan dan akuntabel sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.
âJangan sampai program ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menjadi ladang transaksional. Kalau itu sampai terjadi, maka nama baik Wali Kota Medan juga yang akan jelek,â ujarnya.
Kendala Biaya Pendidikan
Sebelumnya, Pemerintah Kota Medan menargetkan sebanyak 1.000 orang menerima bantuan melalui program Tebus Ijazah untuk meringankan beban masyarakat yang terkendala biaya pendidikan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan akses pendidikan dan membantu peserta didik maupun lulusan yang belum dapat mengambil ijazah karena tunggakan biaya sekolah.
âProgram Tebus Ijazah untuk membantu peserta didik maupun alumni untuk menebus ijazah yang ditahan karena tunggakan sekolah,â ujar Rico Waas di Medan.
Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 278 siswa dari keluarga tidak mampu telah menerima bantuan untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan yang menyebabkan ijazah mereka tertahan.
Menurut Rico, bantuan tersebut diberikan berdasarkan data dan bukti tunggakan yang disampaikan pihak sekolah. Pembayaran mencakup tunggakan SPP dan biaya pendidikan lainnya dengan nilai maksimal Rp2,5 juta per penerima.
Bantuan itu diperuntukkan bagi lulusan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta madrasah, termasuk madrasah tsanawiyah (MTs), dari keluarga tidak mampu.
Rico mengatakan pemerintah kota akan terus menggencarkan program tersebut agar target 1.000 penerima manfaat dapat tercapai dan pelaksanaannya berjalan optimal.
Ia menegaskan, program itu diharapkan dapat membantu menyelesaikan kewajiban administrasi pendidikan sehingga para lulusan dapat mengambil ijazah yang menjadi hak mereka.
âIjazah itu selanjutnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun keperluan lain setelah menyelesaikan sekolah,â katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hujan Ekstrem Guyur Jepang di Tengah Gelombang Kekeringan Global
-
Dari Jurang Kekalahan Ke Puncak Klasemen, Indonesia Melonjak 7 Tingkat Usai Hancurkan China
-
Bupati Pati Nonaktif Sudewa Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi
-
DPR Belum Publikasikan Draf RUU Perampasan Aset, Ini yang Dikhawatirkan
-
81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.