Foto Selfie-nya Jadi Kenangan Era MP3, Mas Stafaband Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun,

Jumat, 16 Okt 2026, 00:07 WIB

MAKASSAR – Generasi yang tumbuh bersama musik MP3 pada era 2000-an kehilangan salah satu sosok yang lekat dengan kenangan masa lalu. Amaluddin Syarif, pria yang wajahnya kerap menghiasi sampul lagu-lagu unduhan di internet, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/10) dalam usia 46 tahun.

Bagi banyak pengguna internet pada masanya, nama Amaluddin mungkin tidak terlalu dikenal. Namun, wajahnya yang terpampang pada berbagai berkas lagu di situs Stafaband dan 4shared sudah begitu familier. Senyum khasnya bahkan menjadi semacam penanda bagi mereka yang pernah berburu lagu favorit melalui layanan unduhan gratis.

Ket. Foto: Wajah Amaluddin telanjur menjadi bagian dari memori kolektif pengguna internet pada era ketika orang mengunduh lagu satu per satu, menyimpannya di komputer, lalu memindahkannya ke telepon genggam atau pemutar musik digital. — Sumber: Istimewa

Kabar meninggalnya pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu menyebar melalui media sosial. Akun Threads @cryandthemum menjadi salah satu yang pertama menyampaikan kabar duka tersebut. Kartu ucapan belasungkawa yang mencantumkan tanggal lahir 5 Juli 1980 dan tanggal wafat 15 Oktober 2026 juga beredar di media sosial.

Kepergian Amaluddin memunculkan gelombang nostalgia sekaligus ungkapan duka dari warganet. Banyak yang mengenangnya sebagai bagian dari pengalaman mendengarkan musik sebelum layanan streaming seperti sekarang menjadi pilihan utama.

Berawal dari koleksi lagu pribadi

Popularitas Amaluddin sebenarnya berawal dari hal sederhana. Ia bukan penyanyi, musisi, maupun selebritas. Foto dirinya justru dikenal luas setelah digunakan sebagai gambar sampul koleksi lagu Indonesia yang disimpannya di layanan berbagi berkas 4shared.

Saat itu, Amaluddin gemar mengoleksi lagu-lagu Indonesia. Ketika ruang penyimpanan komputer pribadinya mulai penuh, ia memindahkan koleksi tersebut ke 4shared. Untuk menandai berkas musiknya, ia memasang foto selfie sebagai gambar sampul.

Di luar dugaan, koleksi lagu tersebut diunduh dan dibagikan kembali oleh pengguna lain. Berkas-berkas itu kemudian menyebar luas, termasuk melalui situs unduhan musik Stafaband. Foto Amaluddin pun ikut beredar bersama berbagai lagu yang dinikmati pengguna internet.

Dari situlah julukan Mas Stafaband melekat. Foto yang awalnya digunakan untuk kebutuhan pribadi berubah menjadi identitas visual yang dikenal luas oleh penikmat musik digital Indonesia.

Sempat malu karena wajahnya viral

Kisah di balik foto tersebut kembali menjadi perhatian publik pada Januari 2026, ketika identitas Amaluddin terungkap dan ia menceritakan pengalamannya melalui sebuah tayangan televisi.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan foto pribadinya akan muncul di begitu banyak sampul lagu. Popularitas yang datang tanpa direncanakan itu bahkan sempat membuatnya merasa malu karena dirinya bukan seorang artis.

Meski begitu, wajah Amaluddin telanjur menjadi bagian dari memori kolektif pengguna internet pada era ketika orang mengunduh lagu satu per satu, menyimpannya di komputer, lalu memindahkannya ke telepon genggam atau pemutar musik digital.

Di balik julukan yang melekat selama bertahun-tahun, Amaluddin tetap menjalani kehidupan sehari-hari di Makassar. Ia diketahui bekerja sebagai agen di salah satu anak perusahaan Telkom Group.

Kini, sosok yang dahulu dikenal lewat sebuah foto sederhana itu dikenang oleh banyak orang yang mungkin tidak pernah bertemu dengannya secara langsung. Bagi mereka, wajah Mas Stafaband bukan sekadar gambar pada berkas MP3, melainkan pengingat masa ketika menemukan dan mengunduh lagu menjadi pengalaman tersendiri.

Selamat jalan, Mas Stafaband. Foto yang dahulu menemani koleksi musik jutaan pendengar itu akan terus mengingatkan banyak orang pada satu era yang tak terlupakan.

  • Mp3

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.