Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LPS Dorong Riset Berdampak Nyata, 700 Peserta Ikuti Kompetisi 2026

2 Senin, 12 Okt 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
LPS Dorong Riset Berdampak Nyata, 700 Peserta Ikuti Kompetisi 2026 LPS Dorong Riset Berdampak Nyata, 700 Peserta Ikuti Kompetisi 2026 Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Karyawan membersihkan logo LPS.

Bandung - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkan minat dan antusiasme masyarakat untuk melakukan penelitian terkait tugas dan fungsi LPS meningkat signifikan, tercermin dari jumlah peserta LPS Call for Research 2026 (LPS CFR 2026) yang menembus lebih dari 700 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 finalis terbaik terpilih melalui proses seleksi yang ketat.

"Tahun ini, antusiasmenya sangat menggembirakan, lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi dan 35 finalis terpilih melalui seleksi ketat," ujar Anggito dalam keterangannya di Bandung, Minggu (11/10).

Kompetisi riset yang telah memasuki tahun ketujuh itu menunjukkan tren peningkatan partisipasi dari tahun ke tahun. Pada 2024, LPS menerima 294 makalah penelitian (paper), kemudian meningkat menjadi 402 makalah pada 2025, hingga mencapai lebih dari 700 peserta pada penyelenggaraan 2026.

Menurut Anggito, tingginya partisipasi dari kalangan akademisi, peneliti, profesional, hingga masyarakat umum menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem riset nasional, khususnya penelitian yang berfokus pada stabilitas sistem keuangan dan peningkatan kepercayaan publik.

"Ini jadi kebanggaan kami, karena minat masyarakat untuk meneliti, khususnya terkait peran dan fungsi LPS semakin meningkat. Kami berharap karya-karya terbaik tidak berhenti sebagai dokumen lomba. Mari kembangkan menjadi masukan nyata bagi kebijakan LPS, penguatan kepercayaan masyarakat, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa riset terbaik tidak hanya menjawab pertanyaan ilmiah, tetapi juga dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas dan integritas akademik, LPS CFR 2026 juga memberikan penghargaan khusus kepada para peneliti melalui kategori Peneliti Berprinsip.

Di tengah meluasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), LPS menegaskan bahwa perangkat digital dapat digunakan untuk mendukung proses penelitian, tetapi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir kritis, kejujuran ilmiah, serta tanggung jawab peneliti atas karya yang dihasilkan.

Penyelenggaraan LPS CFR 2026 sekaligus menjadi jembatan strategis antara dunia akademik, industri, dan pembuat kebijakan untuk melahirkan inovasi serta gagasan yang objektif, independen, dan berintegritas dalam perumusan kebijakan sektor keuangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.