Kemenkes: Kasus Influenza A Sedang Meningkat
Senin, 12 Okt 2026, 17:05 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus influenza mengalami peningkatan di Indonesia, termasuk influenza A yang menimbulkan gejala lebih berat daripada flu biasa. Bahkan, hasil surveilans hingga pekan ke-38 tahun 2026, kasus influenza berada dalam rentang medium.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan meningkatnya kasus influenza ini perlu disikapi dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan. Selain itu, masyarakat juga perlu mengenali perbedaan gejala keduanya agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.
âMemang ada kenaikan kasus influenza di Indonesia dan Asia Tenggara, tetapi berdasarkan data surveilans, kondisinya dalam rentang medium. Karena itu, yang kita lakukan adalah meningkatkan surveilans dan kesiapsiagaan agar perkembangan kasus dapat terus dipantau,â kata Menkes dikutip dari laman kemkes.go.id, Senin (12/10).
Kemenkes mencatat influenza A(H1N1)pdm09 sebagai subtipe yang dominan beredar di Indonesia. Data tersebut berasal dari pemantauan surveilans penyakit mirip influenza dan infeksi saluran pernapasan akut berat.
Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), influenza dan flu biasa merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus berbeda. Keduanya memiliki gejala serupa, tetapi influenza umumnya menimbulkan keluhan lebih berat.
Influenza biasanya muncul secara mendadak dengan demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan. Sebaliknya, flu biasa cenderung berkembang secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan.
CDC menjelaskan penderita influenza lebih sering mengalami demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Sementara itu, penderita flu biasa lebih sering mengalami bersin, hidung tersumbat, dan pilek.
Demam sering menyertai influenza dan dapat berlangsung selama tiga hingga empat hari. Pada flu biasa, demam lebih jarang terjadi dan gejala umumnya tidak terlalu mengganggu aktivitas.
World Health Organization (WHO) menyebut gejala influenza biasanya muncul satu hingga empat hari setelah seseorang terinfeksi. Sebagian besar penderita pulih sekitar satu minggu, meskipun batuk dapat berlangsung lebih lama.
Influenza A sendiri disebabkan virus influenza tipe A yang dapat menginfeksi saluran pernapasan manusia. Virus ini memiliki beberapa subtipe, termasuk A(H1N1) dan A(H3N2), yang menyebar pada manusia.
Flu biasa dapat disebabkan berbagai virus, termasuk rhinovirus dan beberapa jenis coronavirus musiman. Karena penyebabnya berbeda, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan infeksi ketika gejala sulit dibedakan.
WHO menjelaskan virus influenza menyebar melalui partikel pernapasan ketika orang terinfeksi batuk atau bersin. Seseorang juga dapat tertular melalui tangan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. ils/I-1
- kemenkes
- Influenza A
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Mbappe Dikritik Tebas Gara-Gara Kaos Ceuta, Ada Apa?
-
Polisi Selidiki Guru Sekolah Internasional Lecehkan Siswi di Tangsel
-
Akhirnya Terjawab, Seluruh Korban Meninggal Kapal Virgo Berhasil Diidentifikasi Tim DVI
-
Prestasi Siswa Anjlok, Denmark Siap Larang Ponsel di Sekolah
-
Diler Baru Hyundai Perintis Makassar Hadirkan Area Lebih Luas dan Layanan 3S Lengkap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.