Karhutla di Sumatera-Kalimantan Jadi Tantangan Terbesar RI

Senin, 12 Okt 2026, 03:08 WIB

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir mengungkapkan Pemerintah Indonesia telah berupaya keras dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Kondisi itu telah dia sampaikan kepadaMenteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan terkait langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi karhutla. Komunikasi dengan Menlu Malaysia itu dilakukan oleh Menlu RI untuk menindaklanjuti pembicaraan via telepon antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pada pekan kemarin.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). — Sumber: Antara

“Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10).

Tata, sapaan akrab Arrmanatha, lebih lanjut menyampaikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Harapan kita (karhutla) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujar dia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (8/10) mengumumkan dia telah menghubungi Presiden Prabowo dan keduanya membahas tentang karhutla di Kalimantan dan Sumatra, yang kabut asapnya berdampak hingga ke wilayah Malaysia dan Singapura.

“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata PM Anwar.

Ia menekankan kembali kesediaan Malaysia untuk membantu Indonesia menanggulangi karhutla dan asap.

“Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” ujar dia.

Anwar juga mengatakan dia telah memerintahkan Menlu Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN untuk menggelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup se-ASEAN untuk membahas secara khusus penanganan kabut asap.

Percepat Pemadaman

Untuk mempercepat pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, pemerintah juga melakukanuji coba cairan pemadam asal Brasil di Sumatera Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan berbagai metode pemadaman, baik melalui jalur udara maupun darat, untuk mengatasi kebakaran yang masih berlangsung.

“Kebetulan ada bantuan dari Brasil berupa cairan yang disemprotkan dan dapat mengendap untuk mematikan api. Cairan ini sudah kami uji coba di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Mudah-mudahan upaya ini terus berlanjut sehingga kebakaran segera bisa dipadamkan,” kata Dudung setelah pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10).

Dudung mengatakan dirinya dalam waktu dekat akan meninjau sejumlah wilayah terdampak karhutla, termasuk Sumatera Selatan, untuk melihat perkembangan penanganan kebakaran.

Ia menjelaskan pemadaman akan terus dilakukan melalui operasi udara menggunakan helikopter serta penanganan langsung oleh personel di lapangan.

“Via udara, melalui heli tetap. Termasuk manual juga melalui anggota yang nanti akan dilibatkan,” ujar Dudung.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan uji coba penggunaan bahan pemadam untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut.

Dalam keterangan pada Jumat (9/10), BNPB menyebut penggunaan Realiza Anti Chamas telah diuji coba di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan. Bahan tersebut berupa serbuk yang dilarutkan dalam air untuk disemprotkan ke api dan berfungsi menghambat penyebaran kebakaran. Ant/S-2

  • Dampak Kemarau

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.