Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar UIN Ar Raniry Aceh Peringkat Pertama dalam Daftar Ilmuwan Top Dunia 2026

📅 Senin, 12 Okt 2026, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guru Besar UIN Ar Raniry Aceh Peringkat Pertama dalam Daftar Ilmuwan Top Dunia 2026 Doc: ANTARA
Ket. Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Prof Muhammad Siddiq Armia.

BANDA ACEH - Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Siddiq Armia yang mewakili Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia versi Stanford University - Elsevier menempati peringkat pertama daftar Top 2 persen Scientist Worldwide Tahun 2026.

“Alhamdulillah, nama kami kembali tercatat dalam daftar Top 2 persen Scientist Worldwide 2026. Peringkat kali ini lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Siddiq dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan selain dirinya, terdapat nama Prof Mursyid Djawas yang juga dari FSH UIN Ar-Raniry di urutan di bawahnya. Total sebanyak 7 nama akademisi UIN se-Indonesia masuk dalam daftar ilmuwan top dunia.

Sesuai peringkatnya, mereka adalah Siddiq Armia, Mursyid Djawas, Hariyanto (UIN Purwokerto), Saiful Mujani (UIN Jakarta), Khairunnisa Musari (UIN Jember), Maila DH Rehiem (UIN Jakarta) dan Habibis Saleh (UIN Riau).

Siddiq Armia mengaku selalu melakukan transfer ilmu level dunia kepada akademisi muda dan mahasiswa, terutama kemampuan dalam menulis dan publikasi di jurnal internasional.

Selain di UIN Ar-Raniry, alumnus Dayah Darussaadah Teupin Raya, Pidie, ini dikenal kerap menjadi dosen tamu (visiting lecturer) dan penguji disertasi (external examiner) di berbagai kampus ternama di Indonesia dan dunia.

Alumnus MAN Beureunuen tersebut sering mendapat undangan mengajar atau menguji disertasi S3 di kampus-kampus ternama di Inggris, Maroko, UEA, Qatar, Filipina, Thailand, Korea, Malaysia, dan sejumlah negara lain.

Pada akhir Agustus hingga September 2026 lalu Siddiq menjadi akademisi yang mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah Tingkat global bersama akademisi dari 20 negara di dunia di markas PBB Jenewa, selain berkunjung ke gedung Parlemen Inggris (House of Lords).

Muhammad Siddiq Armia menyelesaikan S1 di FSH UIN Ar-Raniry (2000), S2 di Univeritas Indonesia (2004), dan S3 di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris (2016). Disertasi S3 Studi Komparasi di Mahkamah Konstitusi Jerman.

Spesialisasi keilmuannya dalam bidang Hukum Tata Negara Internasional. Berbagai karyanya tersebar di berbagai jurnal bereputasi internasional dan telah dirujuk ribuan kali oleh akademisi lintas negara.

Pada tahun 2025 nama pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, ini juga muncul dalam daftar yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.