Eliud Kipchoge Juara Maraton Melbourne, Akhiri Penantian Tiga Tahun
Senin, 12 Okt 2026, 00:12 WIBMELBOURNE â Legenda lari jarak jauh Kenya, Eliud Kipchoge, kembali menunjukkan kelasnya. Pada usia 41 tahun, juara Olimpiade dua kali itu menjuarai Melbourne Marathon, Minggu (11/10), dengan catatan waktu 2 jam 9 menit 10 detik sekaligus memecahkan rekor lintasan.
Kemenangan tersebut menjadi gelar maraton ke-17 bagi Kipchoge sekaligus mengakhiri penantian tiga tahun untuk kembali berdiri di podium tertinggi. Kemenangan maraton terakhirnya sebelum Melbourne diraih di Berlin pada 2023, ketika ia mencatat gelar ke-11 di ajang-ajang maraton elite dunia atau World Marathon Majors.
Kipchoge tampil meyakinkan di Melbourne. Ia meningkatkan kecepatan setelah melewati jarak 30 kilometer untuk menguji kemampuannya sekaligus membidik rekor lintasan. Strategi itu berjalan sesuai rencana dan mengantarkannya finis sebagai juara.
âSaya percaya tubuh saya masih berada dalam performa puncak dan masih mampu bersaing dengan generasi berikutnya,â kata Kipchoge seusai perlombaan.
âSebagai atlet yang lebih tua, saya masih bisa berkompetisi. Saya senang berlari bersama generasi Z. Setelah 30 kilometer, saya meningkatkan kecepatan untuk melihat apakah saya bisa berlari dengan baik dan memecahkan rekor lomba. Rencana saya berjalan dengan baik,â ujarnya.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Kipchoge masih mampu bersaing di level tertinggi meski telah memasuki usia yang tidak lagi muda bagi pelari maraton profesional.
Kemenangan di Melbourne juga menjadi bagian dari tantangan besar yang sedang dijalani Kipchoge. Pelari Kenya itu berambisi menuntaskan maraton di tujuh benua dalam kurun waktu dua tahun.
Ia memulai perjalanan tersebut di Cape Town Marathon, Afrika Selatan, pada Mei lalu. Melbourne menjadi salah satu pemberhentian berikutnya dalam proyek yang menggabungkan tantangan olahraga dengan misi memperluas jangkauan lari ke seluruh dunia.
Bagi Kipchoge, pencapaian di Melbourne bukan sekadar tambahan gelar. Hasil itu juga memperkuat keyakinannya bahwa ia masih memiliki kapasitas untuk bersaing dengan pelari-pelari yang lebih muda.
Sepanjang kariernya, Kipchoge dikenal sebagai salah satu pelari maraton terbesar sepanjang masa. Ia merupakan peraih dua medali emas Olimpiade dan pernah mencatatkan waktu maraton di bawah dua jam dalam sebuah tantangan khusus pada 2019, meski catatan tersebut tidak diakui sebagai rekor resmi karena kondisi perlombaannya.
Di kategori putra, pelari tuan rumah Thomas Do Canto finis di posisi kedua dengan catatan waktu 2 jam 10 menit 35 detik. Rekannya, Reece Edwards, menempati posisi ketiga setelah menyelesaikan lomba dalam waktu 2 jam 14 menit 33 detik.
Sementara itu, kategori putri dimenangi Camille French dari Selandia Baru dengan catatan waktu 2 jam 28 menit 25 detik.
Pelari Australia Sinead Diver finis di posisi kedua dengan waktu 2 jam 28 menit 49 detik, sedangkan Nichola Sheridan dari Irlandia melengkapi podium dengan catatan 2 jam 29 menit 13 detik.
Kemenangan Kipchoge menjadi sorotan utama Melbourne Marathon tahun ini. Pada usia 41 tahun, ia bukan hanya kembali meraih gelar setelah tiga tahun, tetapi juga membuktikan bahwa ambisinya untuk terus menantang batas kemampuan diri belum padam.
- Melbourne
- Lari Maraton
- Eliud Kipchoge
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Babel Perkuat Stok Telur Ayam Ras dengan Tambahan 32,9 Ton, Harga Dijaga Tetap Stabil.
-
Putri Jumpa Tiongkok, Putra Hadapi Thailand di Semifinal
-
Publik Dibuat Heboh, Artis Ruben Onsu Jadi Tersangka Penggelapan Investasi Rp3,5 Miliar
-
Speedboat Tenggelam di Maluku Barat Daya, 8 Orang Belum Diketahui Nasibnya
-
Penyaluran Bantuan 7.000 Liter Air Bersih untuk Warga Musi Banyuasin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.