Duka di Himalaya, Nepal Pacu Pencarian Korban Banjir
📅 Senin, 12 Okt 2026, 23:06 WIB | Oleh: Deri HenriawanKATHMANDU - Tim penyelamat Nepal mencari lima orang yang hilang pada Senin (12/10), sehari setelah banjir bandang dahsyat menghanyutkan lebih dari 200 rumah dan lima jembatan di sepanjang Sungai Budhi Gandaki.
Beberapa video memperlihatkan sungai yang gelap dan dipenuhi puing-puing mengalir deras melintasi perbukitan di Kabupaten Gorkha, Nepal tengah. Belum ada korban jiwa yang dikonfirmasi.
Pada Minggu (11/10), 95 orang termasuk sembilan warga asing berhasil diselamatkan. “Kami terus melakukan upaya penyelamatan dan bantuan,” kata Raja Ram Basnet, juru bicara Angkatan Darat Nepal kepada AFP, sambil menambahkan bahwa empat helikopter telah dikerahkan. “Kami belum memiliki informasi terbaru mengenai kelima orang yang hilang tersebut,” tambahnya.
Sekitar 150 pendaki asing berada di wilayah tersebut, menurut Asosiasi Agen Pendakian Nepal, banyak di antaranya sedang menempuh rute pendakian Manaslu yang populer.
“Kami bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelamatkan mereka yang terisolasi akibat terputusnya jalan,” kata presiden asosiasi tersebut, Sagar Pandey.
Pihak berwenang juga menyalurkan bantuan ke komunitas yang terdampak, dengan banyak warga yang mengungsi dari rumah mereka pada Minggu (11/10) saat banjir bandang melanda.
Banjir tersebut juga menerjang pembangkit listrik tenaga air, menurut badan penanggulangan bencana nasional.
“Saya berteriak sekeras-kerasnya agar orang-orang segera keluar. Hanya beberapa menit setelah orang-orang berlari keluar, banjir pun menerjang,” kata warga setempat, Indra Bahadur Gurung. “Kami selalu tinggal di sini, dan sulit bagi kami untuk pergi. Saya berharap pemerintah segera menyediakan tempat yang aman bagi kami.”
Data awal menunjukkan bahwa tanah longsor telah menyumbat aliran sungai. Tumpukan tanah longsor itu kemudian jebol, sehingga air meluap ke hilir.
“Pemerintah telah mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan kehidupan normal,” kata Perdana Menteri Balendra Shah dalam sebuah postingan di media sosial pada Minggu (11/10).
Ia mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi yang aman dan menghindari perjalanan melalui jalan serta jembatan yang berisiko.
Nepal masih dalam proses pemulihan dari banjir dahsyat pada 26 Agustus 2026, yang dipicu oleh runtuhnya gletser di pegunungan Himalaya, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan lebih dari 5.000 orang hilang.
Shah mengatakan kepada PBB bulan lalu bahwa banjir pada bulan Agustus itu “merupakan peringatan bagi dunia” mengenai meningkatnya bahaya perubahan iklim.
Basanta Raj Adhikari, direktur Pusat Studi Bencana di Universitas Tribhuvan, mengatakan bahwa banjir terbaru ini menunjukkan perlunya pemantauan yang lebih baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!