Australia Imbau Warganya Pertimbangkan Kembali Perjalanan ke Arab Saudi

Senin, 12 Okt 2026, 16:29 WIB

CANBERRA - Pemerintah Australia memperingatkan warga negaranya agar tidak bepergian ke Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh menyusul serangan Houthi di berbagai wilayah di Arab Saudi.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan dalam sebuah pembaruan yang dirilis melalui layanan Smartraveller-nya bahwa warga Australia sebaiknya mempertimbangkan kembali kebutuhan mereka untuk bepergian ke Arab Saudi karena situasi keamanan di negara tersebut dan kawasan yang lebih luas.

Ket. Foto: — Sumber: Saudi Press Agency

"Kami saat ini mengimbau untuk tidak bepergian ke Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh karena insiden keamanan baru-baru ini yang mengganggu operasi bandara," katanya.

Pernyataan itu mengatakan bahwa konflik militer di kawasan tersebut dapat mengakibatkan pembatasan pergerakan secara luas, penutupan wilayah udara, dan pembatalan penerbangan.

Warga Australia yang masih memilih untuk terbang ke Bandar Udara Internasional King Khalid telah diimbau untuk mengonfirmasi ulang penerbangan mereka dengan maskapai atau penyedia perjalanan dan untuk mempersingkat waktu mereka di bandara.

"Tetap waspada, prioritaskan keselamatan Anda, pantau peristiwa, dan ikuti imbauan setempat. Hindari pangkalan militer dan infrastruktur energi. Jika terjadi serangan, pindah ke tempat perlindungan tertutup," kata DFAT.

Pemerintah Australia telah mengeluarkan peringatan jangan bepergian untuk provinsi Asir, Jazan, dan Najran di Arab Saudi bagian selatan, serta untuk area mana pun dalam radius 30 km dari perbatasan dengan Yaman. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.