TBC Masih Mengancam? Pemkot Palembang Perkuat Skrining dengan Strategi Jemput Bola

Minggu, 11 Okt 2026, 00:10 WIB

PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menggalakkan kegiatan jemput bola deteksi risiko tanda awal penyakit (skrining) tuberkulosis (TB) untuk memperkuat upaya penemuan kasus penyakit menukar tersebut.

"Melalui kegiatan jemput bola skrining TB, diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Sabtu.

Ket. Foto: Gedung perkantoran Pemkot Palembang. — Sumber: Antara foto

Dia menjelaskan, kegiatan itu diintegrasikan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta memanfaatkan perangkat jinjing (portable) X-ray atau rontgen portabel.

Dengan dukungan perangkat yang mudah dibawa kemana-mana itu, pihaknya memastikan pelayanan benar-benar sampai kepada masyarakat, terutama dalam rangka mendeteksi dini TB.

Perangkat portable itu bisa dibawa ke mana-mana sehingga kegiatan skrining dapat dilakukan secara jemput bola ke kawasan permukiman penduduk, katanya.

Menurut dia, dukungan peralatan dari Kementerian Kesehatan itu menjadi bagian penting dalam memperluas akses pemeriksaan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

“Harapannya pelayanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi kita juga aktif mendatangi masyarakat. Ini bagian dari upaya meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan di 18 kecamatan di Kota Palembang,” ujarnya.

Aprizal menyebutkan, dari sekitar 3.000 sasaran yang telah mendapatkan penanganan dan pemeriksaan, sekitar 2.900 di antaranya telah tertangani dengan baik.

Penguatan skrining TB itu juga diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini sekaligus memutus mata rantai penularan, jelas Sekda Aprizal.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fenty Aprina menjelaskan skrining TB kini terus dikembangkan dengan konsep pelayanan terintegrasi dan bergerak (mobile).

"Kami akan mendorong portable X-ray itu nantinya bisa digunakan di seluruh puskesmas. Saat ini belum semua puskesmas memiliki X-ray, sehingga dengan sistem mobile kita bisa membawa alat ke lokasi masyarakat yang membutuhkan skrining,” jelas Fenty.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.