Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengintensifkan Pengawasan Pangan Berbahaya di Kota Palembang

3 Minggu, 11 Okt 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengintensifkan Pengawasan Pangan Berbahaya di Kota Palembang Mengintensifkan Pengawasan Pangan Berbahaya di Kota Palembang Doc: Antara
Ket. Pemkot Palembang bersama BPOM intensifkan pengawasan pangan berbahaya di pasar tradisional dan swalayan.

Palembang - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengintensifkan pengawasan pangan mengandung bahan kimia berbahaya di pasar tradisional, pasar swalayan, dan kedai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Pengawasan pangan berbahaya perlu diintensifkan untuk melindungi warga kota ini mengonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks dan pewarna tekstil," kata Sekda Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Minggu.

Menurut dua, hingga kini masih sering ditemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan.

Peningkatan pengawasan produk pangan perlu ditingkatkan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga kota dari produsen nakal yang tidak peduli dengan kesehatan konsumennya, katanya.

Selain mengintensifkan kegiatan pengawasan dan penertiban, pihaknya juga meningkatkan penyuluhan kepada pedagang pasar tradisional, pengelola pasar swalayan, dan pelaku UMKM mengenai produk pangan sehat terbebas dari bahan kimia berbahaya.

Kemudian diharapkan pula partisipasi dari semua pihak dan lapisan masyarakat dalam menutup celah peredaran produk itu di pasaran.

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran produsen untuk tidak lagi membuat dan mengedarkan makanan/minuman yang mengandung formalin/pengawet berbahaya bagi kesehatan, pewarna tekstil, pemanis buatan, tidak memiliki izin edar, dan kedaluwarsa, jelas Sekda Aprizal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Prioritaskan Persija, Pramo...
Megapolitan
PT MRT Jakarta Mengonfirmas...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.