Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

Minggu, 11 Okt 2026, 17:30 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengajak generasi muda mempertimbangkan bisnis waralaba sebagai pilihan untuk memulai usaha. Ia juga mendorong pengembangan waralaba lokal agar mampu menjangkau pasar internasional melalui promosi dan fasilitasi ekspor.

“Model bisnis waralaba dapat membantu pemula untuk belajar mengelola usaha melalui alur bisnis yang telah teruji. Generasi muda yang ingin memulai usaha dapat memilih bisnis waralaba karena sistem bisnisnya sudah tersedia dan tinggal dijalankan,” ujar Budi pada Minggu (11/10).

Ket. Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perdagangan

Menurut Budi, produk lokal memiliki peluang untuk dikembangkan melalui sistem waralaba, termasuk di sektor kuliner. Ia mencontohkan usaha bakso dan soto yang telah menggunakan model bisnis tersebut.

Budi menegaskan, pengenalan waralaba lokal kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar dapat bersaing dengan waralaba asing. Ia juga menekankan, peluang pengembangan usaha tersebut tidak terbatas pada pasar dalam negeri.

Untuk memperluas jangkauan bisnis kuliner Indonesia ke luar negeri, Kemendag menjalankan program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA). Upaya ini didukung jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

“Perwadag RI yang tersebar di 33 negara turut kami tugaskan. Untuk mengembangkan potensi waralaba Indonesia di pasar-pasar negara tujuan ekspor kita,” kata Budi.

Selain melalui promosi, Kemendag menyediakan fasilitasi penjajakan bisnis atau business matching bagi pelaku waralaba dan UMKM. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan untuk dibantu menemukan calon pembeli di pasar internasional.

Sepanjang 2025, Kemendag menyelenggarakan 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor USD134,87 juta. Pada Januari-Agustus 2026, jumlah kegiatan meningkat menjadi 711 sesi dengan nilai transaksi USD346,99 juta.

Budi turut mengarahkan pelaku usaha memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 untuk memperluas jejaring bisnis dan menjajaki peluang ekspor. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Salah satu fasilitas promosi dalam TEI ke-41 adalah Zona KoTeKa, yang memperkenalkan produk kopi, teh, dan kakao Indonesia kepada pembeli internasional. Zona tersebut menjadi sarana untuk mempromosikan komoditas pertanian unggulan Indonesia di pasar global. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.