Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan 25 Hektare di Rempang Disiapkan untuk Warga Transmigrasi Sebelum Pengembangan Industri.

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 11:59 WIB | Oleh:

Menurut dia, pengembangan industri di Rempang harus disertai peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat agar mereka turut memperoleh manfaat ekonomi dari investasi yang masuk.

"Orang yang sudah di sini jangan sampai terusir, jangan sampai dilupakan," kata Mentrans.

Kebutuhan lahan garapan tambahan juga disampaikan Muhammad Asli Lubis, warga transmigrasi lokal asal Blongkeng, Pulau Rempang, yang kini tinggal di Tanjung Banon.

Lubis mengatakan telah mengembangkan usaha pertanian selama sekitar tiga bulan terakhir dengan menanam cabai, kangkung, tomat, daun bawang, dan sejumlah sayuran lainnya.

Ia mengaku telah memanen sekitar 70–80 kilogram (kg) sayuran, termasuk 40 kg daun bawang dalam salah satu panen. Namun, ia belum dapat memastikan perkembangan penghasilannya karena usaha tersebut masih dalam tahap awal.

"Kalau sayuran saya udah ada sih kira-kira 70–80 kilo aku sudah mulai. Macam kemarin ini daun bawang kebetulan harganya lumayan Rp70.000 per kilogram, saya panen 40 kilo, gitu," ungkap Lubis.

Ia berharap rencana pemanfaatan lahan sementara dapat segera direalisasikan agar warga yang memiliki pengalaman bertani dapat memperluas kegiatan usaha.

Menurut dia, terdapat kemungkinan peminjaman lahan sekitar setengah hingga satu hektare bagi satu kepala keluarga (KK), tetapi hal itu masih dalam tahap pengupayaan.

"Kita mau usaha bertanam-tanam sayuran seperti biasa," ujarnya.

Berdasarkan data BP Batam pada 13 Mei 2026, sebanyak 242 KK atau 842 jiwa telah menempati hunian baru di kawasan Rempang Eco-City.

BP Batam sebelumnya menjelaskan hunian tersebut berupa rumah tipe 45 di atas kavling seluas 500 meter persegi.

Kavling rumah itu berbeda dari lahan garapan tambahan yang kini ditawarkan untuk menunjang usaha pertanian warga.

Peneliti TUM Walter Timo de Vries menilai pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi belum tentu cukup luas untuk menghasilkan pendapatan dari usaha pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.