Lahan 25 Hektare di Rempang Disiapkan untuk Warga Transmigrasi Sebelum Pengembangan Industri.
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 11:59 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menawarkan sekitar 25 hektare lahan untuk dimanfaatkan sementara oleh warga transmigrasi lokal di Rempang Eco-City, Kepulauan Riau, sebelum lahan tersebut digunakan untuk pengembangan industri.
"Dari BP Batam dan Pemkot Batam dalam hal ini juga sudah menawarkan kepada kami ada sekitar lahan 25 hektare yang nanti bisa digunakan sementara waktu sebelum ada industri," kata Iftitah seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu.
Iftitah menjelaskan lahan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai petani agar tetap dapat mengembangkan usaha pertanian dan memperoleh penghasilan selama masa pengembangan kawasan.
"Intinya masyarakat harus punya pekerjaan, masyarakat harus punya pendapatan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad juga menyebut luas lahan untuk kegiatan produktif warga tersebut mencapai sekitar 20 hektare.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad memberikan keterangan kepada wartawan didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/10).
"Untuk pemanfaatan lahan yang sudah kami berikan kepada Menteri Transmigrasi, (sekitar) 20 hektare," ucap Amsakar
Meski demikian, ia berharap pemanfaatan lahan yang tengah dikoordinasikan dapat membantu warga mengembangkan kegiatan usaha dan meningkatkan potensi ekonomi setempat.
"Ini mudah-mudahan dapat betul-betul nanti menggerakkan potensi masyarakat kita yang ada di sini," ujarnya.
Lebih lanjut, Iftitah mengatakan pengembangan pertanian juga mempertimbangkan komoditas yang sesuai dengan kondisi setempat, termasuk kelapa yang direkomendasikan tim peneliti Technical University of Munich (TUM), Jerman.
Pemerintah juga berencana mengembangkan kegiatan peternakan sebagai pilihan usaha masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!