Dokter dari Shanghai Berhasil Operasi Tumor Paru-paru dari Jarak 5.000 Kilometer, Selesai dalam Satu Jam

Minggu, 11 Okt 2026, 10:50 WIB

SHANGHAI – Seorang ahli bedah di Tiongkok telah berhasil mengangkat tumor paru-paru pasien dari jarak sekitar 5.000 kilometer dengan menggunakan robot bedah yang dikendalikan melalui jaringan 5G. Operasi tersebut dilakukan dari Shanghai, sementara pasien berada di Kashgar, Daerah Otonom Xinjiang, di wilayah barat Tiongkok.

Dari Dams Delhi, operasi yang berlangsung selama satu jam itu menjadi tonggak perkembangan teknologi bedah robotik jarak jauh di Tiongkok. Dokter Luo Qingquan dari Rumah Sakit Dada Shanghai bertindak sebagai ahli bedah utama dengan mengendalikan sistem robot dari rumah sakitnya di Shanghai.

Ket. Foto: Penerapan operasi jarak jauh tetap bergantung pada kesiapan teknologi, kestabilan jaringan komunikasi, kompetensi tenaga medis di lokasi pasien, serta sistem keselamatan dan penanganan darurat. — Sumber: Istimewa

Sementara itu, perangkat robot bedah berada di Kashgar, dengan tenaga medis setempat membantu pelaksanaan operasi secara langsung di ruang operasi.

Menurut informasi yang dipublikasikan Kantor Informasi Pemerintah Kota Shanghai, keberhasilan ini menunjukkan kemampuan teknologi robot bedah buatan dalam negeri untuk mendukung tindakan medis kompleks meskipun dokter dan pasien berada di lokasi yang sangat berjauhan.

Luo mengatakan, perkembangan teknologi tersebut berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi, khususnya bagi pasien yang tinggal di daerah terpencil dan pedesaan.

Selama ini, pasien yang membutuhkan penanganan spesialis tertentu kerap harus melakukan perjalanan jauh menuju kota-kota besar, seperti Shanghai atau Beijing, untuk mendapatkan perawatan dari tenaga medis berpengalaman.

Melalui teknologi bedah robotik jarak jauh, keahlian dokter di pusat-pusat medis besar dapat dimanfaatkan untuk membantu pasien di wilayah lain tanpa mengharuskan dokter berada secara fisik di lokasi yang sama.

Rumah Sakit Dada Shanghai sendiri merupakan salah satu pusat terkemuka di Tiongkok dalam penerapan operasi dada berbantuan robot. Selain menjalankan prosedur bedah, rumah sakit tersebut juga terlibat aktif dalam penelitian dan pengembangan teknologi robotik medis.

Keberhasilan operasi di Xinjiang itu tidak dicapai secara instan. Tim Luo terlebih dahulu melakukan serangkaian penelitian klinis dan pengujian untuk memastikan keamanan serta kelayakan prosedur bedah jarak jauh.

Pada Maret, tim tersebut melakukan operasi robotik jarak jauh antarlokasi dalam satu kota pada hewan sebagai bagian dari pengujian awal. Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan sistem dan memastikan prosedur dapat dijalankan dengan aman sebelum diterapkan kepada pasien manusia.

Setelah melalui persiapan selama sekitar satu tahun, operasi di Kashgar akhirnya terlaksana. Luo mengendalikan robot dari Shanghai, sedangkan dokter di Xinjiang bertugas membantu tindakan medis di lokasi pasien.

Kedua tim dilaporkan dapat bekerja dengan lancar seolah-olah berada di ruang operasi yang sama. Seluruh prosedur pengangkatan tumor paru-paru tersebut selesai dalam waktu sekitar satu jam.

Luo menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak penting yang memperlihatkan kemampuan klinis robot bedah buatan Tiongkok sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi tersebut untuk menjangkau lebih banyak pasien.

Meski demikian, penerapan operasi jarak jauh tetap bergantung pada kesiapan teknologi, kestabilan jaringan komunikasi, kompetensi tenaga medis di lokasi pasien, serta sistem keselamatan dan penanganan darurat.

Jika dikembangkan secara luas, teknologi ini berpotensi membantu mengurangi kesenjangan akses terhadap layanan bedah spesialis antara kota-kota besar dan daerah terpencil, sekaligus memperluas pemanfaatan robotika dan jaringan komunikasi berkecepatan tinggi dalam dunia kedokteran.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.