• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 50 Guru dari 23 Sekolah Lu...

50 Guru dari 23 Sekolah Luar Biasa Dilatih untuk Dorong Pendidikan Inklusif

Minggu, 11 Okt 2026, 16:30 WIB

JAKARTA — Allianz Indonesia bersama ASA Foundation memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan pendidikan inklusif bagi siswa penyandang disabilitas melalui program MoveNow Unity in Motion. Program yang menjadi bagian dari MoveNow Impact Fund 2025–2027 ini telah melibatkan 50 guru dari 23 Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Jabodetabek dan menjangkau 2.286 siswa penyandang disabilitas.

Program tersebut menggunakan pendekatan Training of Trainers (ToT) untuk membekali guru dengan metode olahraga inklusif dan pembelajaran partisipatif. Metode ini dirancang agar dapat diterapkan secara mandiri dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa di masing-masing sekolah.

Ket. Foto: Para siswa, guru, pendamping, dan relawan (volunteer) berpartisipasi dalam Inclusive Sports for Education Development Festival di SLB Pembina Lebak Bulus, Jakarta, sebagai puncak rangkaian program MoveNow Unity in Motion. — Sumber: Allianz Indonesia

Rangkaian program ditutup melalui kegiatan Inclusive Sports for Education Development Festival di SLB Pembina Lebak Bulus, Jakarta, pada 6 Oktober 2026. Festival tersebut menjadi ajang bagi para guru untuk mempraktikkan metode yang telah dipelajari sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang inklusif.

Melalui dua siklus pelaksanaan, para guru mengikuti pelatihan, menerapkan kegiatan di sekolah, serta mendapatkan pendampingan. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup olahraga inklusif, tetapi juga pembelajaran yang mengintegrasikan literasi keuangan dan keterampilan hidup.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, dan kemandirian melalui aktivitas yang interaktif serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, mengatakan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan setiap siswa berpartisipasi aktif.

“Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong setiap siswa untuk berpartisipasi secara aktif. Melalui MoveNow Unity in Motion, kami memperkuat kapasitas guru agar dapat memanfaatkan olahraga sebagai sarana untuk membangun kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kemandirian siswa penyandang disabilitas,” ujar Ni Made melalui keterangannya pada Kamis (8/10/2026).

Ia berharap metode yang diperkenalkan melalui program tersebut dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh para guru sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak siswa, termasuk setelah program berakhir.

Olahraga sebagai Sarana Pembelajaran Inklusif

Puncak program MoveNow Unity in Motion diikuti 100 siswa penyandang disabilitas netra dari SLB Pembina Lebak Bulus dan sekolah-sekolah di sekitarnya. Kegiatan tersebut juga melibatkan guru, master trainer, serta tim program ASA Foundation.

Festival menghadirkan berbagai aktivitas olahraga inklusif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak aktif, berinteraksi dengan teman sebaya, dan membangun kepercayaan diri dalam lingkungan yang aman serta suportif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang praktik bagi para guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan. Melalui pengalaman langsung, guru dapat mengembangkan pendekatan yang lebih partisipatif dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kemampuan siswa.

Penggunaan olahraga sebagai bagian dari pembelajaran juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial. Aktivitas yang dilakukan bersama dapat mendorong komunikasi, kerja sama, dan keterlibatan siswa dalam lingkungan sekolah.

Sebanyak lebih dari 80 karyawan Allianz Indonesia turut terlibat sebagai relawan (volunteer) sepanjang pelaksanaan program. Mereka membantu mendukung kegiatan pembelajaran dan aktivitas bersama guru serta siswa.

Mendorong Dampak Berkelanjutan di Sekolah

MoveNow Unity in Motion dirancang agar dampaknya tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai. Melalui pendekatan ToT, guru diharapkan dapat menjadi penggerak yang menerapkan dan mengembangkan metode olahraga inklusif secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada tenaga pendidik lainnya. Dengan demikian, semakin banyak guru berpeluang menerapkan kegiatan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan siswa penyandang disabilitas.

Program ini menggabungkan penguatan kompetensi guru, pembelajaran partisipatif, olahraga inklusif, literasi keuangan, dan keterampilan hidup dalam satu pendekatan pendidikan.

Melalui MoveNow Unity in Motion, Allianz Indonesia dan ASA Foundation berupaya memperluas kesempatan bagi siswa penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam kegiatan sekolah. Penguatan kapasitas guru menjadi salah satu langkah untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.