Tubuh Bugar Bukan Jaminan Bebas HPV, Dinkes Kaltim Ungkap Mitos Penularannya

Sabtu, 10 Okt 2026, 18:25 WIB

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur meluruskan berbagai mitos keliru seputar ancaman penularan virus Human Papillomavirus (HPV) di tengah masyarakat, meskipun keadaan seseorang bertubuh bugar tanpa gejala.

"Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi tubuh yang bugar tanpa keluhan fisik sama sekali tidak menjamin seseorang terbebas dari infeksi HPV," kata Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Sabtu.

Ket. Foto: Petugas medis menyuntikkan vaksin imunisasi Human Papillomavirus (HPV) ke murid kelas 5 sekolah dasar (SD) saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. — Sumber: Antara Foto

Andi menjelaskan bahwa sebagian besar kasus penularan virus HPV pada manusia sama sekali tidak memunculkan gejala klinis pada tahap awal.

Lanjut dia, virus HPV dapat bertahan serta menetap di dalam jaringan tubuh secara senyap selama bertahun-tahun tanpa disadari sedikit pun oleh penderitanya.

"Tanda-tanda fisik infeksi virus biasanya baru terlihat setelah kondisi kesehatan penderita berkembang memasuki stadium lanjut yang membahayakan jiwa," ujar Andi.

Dinas Kesehatan Kaltim menekankan bahwa penyebaran edukasi kesehatan berbasis fakta sangat krusial agar langkah pencegahan dini dapat dilakukan secara tepat.

Selain mitos mengenai gejala fisik, Dinkes Kaltim turut meluruskan pandangan keliru masyarakat yang menyebut bahwa infeksi HPV hanya berisiko menyerang kaum perempuan.

"Kaum laki-laki juga dapat terinfeksi virus HPV serta berpotensi menularkannya kepada pasangan maupun orang lain di sekitarnya," tutur Andi.

Pada kaum laki-laki, paparan infeksi virus HPV berisiko tinggi memicu timbulnya penyakit kanker di area organ kelamin serta tenggorokan.

Guna menekan risiko bahaya penyakit mematikan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pelaksanaan program imunisasi HPV sejak usia dini.

"Pemberian vaksinasi HPV terbukti sangat efektif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap ancaman penyakit kanker serviks, kanker mulut dan anus," kata Andi.

Pemberian imunisasi sejak usia dini pada anak perempuan maupun anak laki-laki telah teruji aman bagi kesehatan anak oleh para tim medis.

Langkah imunisasi pada usia sekolah tersebut mampu memberikan tingkat perlindungan maksimal secara berkelanjutan mendekati seratus persen dalam jangka panjang.

"Pemahaman fakta medis yang benar serta kepatuhan pada program imunisasi menjadi kunci utama mencegah risiko penyakit akibat virus HPV," tegas Andi.

  • penularan virus Human Papillomavirus (HPV)

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.