Samsung dan Telkom Jajaki Solusi Digital Terintegrasi untuk Pasar Enterprise
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 21:55 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — PT Samsung Electronics Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjajaki pengembangan solusi teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT) terintegrasi bagi pelanggan korporasi di Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan perangkat, keamanan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan Internet of Things (IoT) Samsung dengan konektivitas, infrastruktur digital, serta layanan TelkomGroup.
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) pada 9 Oktober 2026 di Jakarta. Kesepakatan yang berlaku selama satu tahun itu menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk memetakan kebutuhan pelanggan, menguji solusi melalui proof of concept (PoC), serta menyiapkan penawaran dan pemasaran bersama.
Kolaborasi ini menyasar kebutuhan perusahaan yang tengah menjalankan transformasi digital. Dalam praktiknya, perusahaan kerap menggunakan perangkat kerja, sistem keamanan, konektivitas, dan layanan komputasi awan dari penyedia berbeda sehingga membutuhkan upaya tambahan untuk mengintegrasikannya.
Melalui kerja sama yang dijajaki tersebut, Samsung dan Telkom ingin menggabungkan kapabilitas masing-masing agar pelanggan dapat memperoleh solusi yang lebih terintegrasi. Sejumlah sektor yang menjadi sasaran awal meliputi manufaktur, pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, dan jasa keuangan.
MoU ditandatangani oleh Lee Hun, Vice President Director Samsung Electronics Indonesia, dan Arfianto Ramadhian, VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom. Dalam kolaborasi ini, Yadi Prayitno, Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, mengatakan perusahaan ingin mengembangkan pemanfaatan teknologi Samsung yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
“Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar adopsi teknologi. Perusahaan membutuhkan ekosistem yang dapat menghubungkan perangkat, konektivitas, keamanan, dan layanan digital dalam satu solusi yang relevan dengan kebutuhan bisnis,” ujar Yadi melalui siaran pers pada Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, Samsung memiliki portofolio enterprise yang mencakup Galaxy Enterprise Edition, perangkat tangguh untuk lingkungan kerja yang menantang, Samsung Knox, Samsung DeX, Galaxy AI, serta teknologi IoT. Bersama TelkomGroup, kapabilitas tersebut akan dijajaki untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara menyeluruh.
Arfianto Ramadhian mengatakan pelanggan korporasi membutuhkan solusi yang tidak hanya mengandalkan produk secara terpisah, tetapi juga mengintegrasikan perangkat dengan konektivitas, infrastruktur, dan layanan digital.
“MoU ini adalah titik awal. Langkah berikutnya adalah menguji use case prioritas bersama pelanggan, sehingga kolaborasi ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” kata Arfianto.
Menjajaki Solusi dari Pekerja Lapangan hingga IoT
Dalam tahap awal, Samsung dan Telkom mengidentifikasi sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan menjadi solusi bersama. Salah satunya adalah digitalisasi pekerja lapangan atau frontline workforce melalui perangkat tangguh yang aman dan dapat dikelola secara terpusat, dengan dukungan konektivitas TelkomGroup.
Kedua perusahaan juga menjajaki solusi mobilitas enterprise dan pengelolaan perangkat dalam skala besar melalui Galaxy Enterprise Edition dan Samsung Knox. Teknologi ini diarahkan untuk membantu perusahaan menerapkan kebijakan keamanan serta mengelola perangkat yang digunakan karyawan.
Bidang lain yang dieksplorasi adalah operasional terhubung berbasis SmartThings dan IoT, termasuk sistem pengawasan serta kontrol akses. Integrasi perangkat dan layanan digital juga berpotensi diterapkan pada penggunaan smart display dan digital display di lingkungan perusahaan.
Untuk mendukung produktivitas karyawan, Samsung dan Telkom turut menjajaki pemanfaatan Galaxy AI dan Samsung DeX. Teknologi tersebut dapat menjadi bagian dari solusi kerja digital, bergantung pada kebutuhan pengguna dan hasil pengujian yang dilakukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!