Bukan Sekadar Membaca Peluang, Pemimpin Bisnis Harus Berani Bertindak
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 10:55 WIB | Oleh: Haryo BronoSyamsul membedakan penerapan kecerdasan militer dan kecerdasan sipil berdasarkan medan penggunaannya. Kecerdasan militer berkaitan dengan kepentingan pertahanan dan keamanan, sedangkan kecerdasan sipil diterapkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Meski berbeda konteks, keduanya membutuhkan kemampuan berpikir secara mendalam, pembelajaran berkelanjutan, dan ketepatan dalam menentukan langkah.
“Pengusaha perlu berpikir cemerlang untuk bangkit, tetapi pikiran itu harus diwujudkan dalam usaha nyata,” ujar Syamsul.
Prinsip tersebut menempatkan kemampuan berpikir sebagai salah satu fondasi ketahanan bisnis. Ketika menghadapi tekanan atau perubahan pasar, pengusaha dituntut tidak hanya memahami persoalan, tetapi juga menemukan solusi yang dapat dijalankan.
Syamsul merangkum gagasannya melalui pernyataan, “Akal adalah alatnya, berpikir adalah kerjanya, dan kecerdasan adalah mutu kerja itu.”
Menyiapkan Generasi Penerus Bisnis Keluarga
Selain membahas kemampuan strategis pemimpin, kegiatan ini juga menyoroti tantangan keberlanjutan bisnis keluarga. Kehadiran anak-anak lelaki para pengusaha menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai kepemimpinan kepada generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan usaha keluarga.
Mayjen Iwan menilai keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan finansial dan keterampilan mengelola usaha. Karakter pemimpin, termasuk kedisiplinan, ketegasan, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama, juga berperan dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
“Membangun bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan finansial dan skill, tetapi juga karakter. Nilai seperti ketegasan, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama dapat menjadi bekal bagi generasi penerus untuk menjadi pemimpin yang memiliki karakter kuat,” katanya.
Persoalan suksesi bisnis keluarga juga menjadi salah satu alasan PT Generasi Emas Abadi (GEA) memberikan dukungan utama terhadap kegiatan tersebut.
Owner sekaligus CEO PT GEA, Amiril Mukminin, mengatakan tantangan bisnis tidak berhenti pada pencapaian keuntungan atau perluasan pasar. Pemilik usaha juga perlu memikirkan bagaimana bisnis dapat bertahan dan berkembang ketika kepemimpinan beralih kepada generasi berikutnya.
“Tantangan terbesar dalam dunia bisnis saat ini bukan sekadar mencari profit atau memperluas pasar, melainkan bagaimana melakukan suksesi yang berkelanjutan,” ujar Amiril.
Menurut dia, pengenalan nilai kedisiplinan, ketegasan, dan tanggung jawab kepada generasi muda merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan bisnis keluarga.
“Ketika kami membawa anak-anak lelaki ke Markas PMPP TNI, tujuannya jelas: mewariskan mentalitas pejuang,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!