Bukan Sekadar Membaca Peluang, Pemimpin Bisnis Harus Berani Bertindak
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 10:55 WIB | Oleh: Haryo BronoBOGOR — Ketidakpastian pasar, perubahan perilaku konsumen, dan risiko bisnis menuntut pengusaha memiliki kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Dalam situasi yang terus berubah, pemimpin tidak cukup hanya mampu membaca peluang, tetapi juga harus mengolah informasi, memperhitungkan risiko, menjaga ketenangan, dan menerjemahkan keputusan menjadi tindakan nyata.
Prinsip kepemimpinan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Keluarga Besar SyaREA World bertema “Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis” di Masjid Baret Biru Al-Mujahidin, Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Bogor, pada Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 pengusaha anggota SyaREA World beserta anak-anak lelaki mereka itu mempertemukan perspektif dunia usaha dengan nilai-nilai kepemimpinan yang diterapkan dalam lingkungan militer. Selain membahas strategi menghadapi perubahan, pertemuan tersebut menyoroti pentingnya kedisiplinan, integritas, dan penyiapan generasi penerus bisnis keluarga.
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, mengatakan bahwa kemampuan membaca situasi dan beradaptasi merupakan bagian penting dari kecerdasan seorang pemimpin. Baik dalam lingkungan militer maupun bisnis, kondisi di lapangan tidak selalu berjalan sesuai rencana sehingga pemimpin perlu mempertahankan ketenangan ketika menentukan langkah.
“Menurut saya, kecerdasan yang paling penting adalah kemampuan membaca situasi, mengolah informasi, dan beradaptasi terhadap perubahan. Dalam dunia usaha maupun militer, situasi tidak selalu sesuai rencana, sehingga pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk mencapai tujuan,” ujar Iwan pada kesempatan itu.
Ia menambahkan, kemampuan melihat peluang harus disertai keberanian memperhitungkan risiko dan menentukan keputusan. Pemimpin juga perlu memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diwujudkan melalui tindakan.
“Melihat peluang saja tidak cukup. Seorang pemimpin harus mampu mengolah informasi, memperhitungkan risiko, berani mengambil keputusan, dan mengubah keputusan menjadi tindakan,” katanya.
Menurut Iwan, perubahan situasi juga menuntut pemimpin untuk bersikap fleksibel dalam menentukan strategi. Cara yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi, tetapi tujuan utama tetap harus menjadi pegangan.
“Cara boleh disesuaikan, tetapi tujuan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Kecerdasan Bisnis Berawal dari Kemampuan Membaca Kenyataan
Perspektif mengenai kecerdasan dan pengambilan keputusan tersebut diperdalam oleh Founder SyaREA World, Syamsul Safin, melalui materi bertajuk “Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis”.
Syamsul menjelaskan bahwa kecerdasan tidak semata-mata ditentukan oleh pendidikan formal, melainkan juga kemampuan seseorang mengamati kenyataan secara teliti dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang dimiliki.
Dalam konteks bisnis, kemampuan tersebut dibutuhkan agar keputusan tidak hanya bertumpu pada asumsi, kebiasaan, atau pengalaman masa lalu. Pengusaha perlu terus mengamati perubahan, memperbarui pengetahuan, menghubungkan berbagai informasi, serta menilai apakah strategi yang dijalankan masih relevan.
Pendekatan itu juga menuntut kesediaan untuk mencari alternatif ketika cara yang digunakan tidak memberikan hasil sesuai harapan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!