Perum Bulog Bali Catat Realisasi Penyerapan Beras Per 7 Oktober 2026 Sebanyak 7.218 Ton
Jumat, 09 Okt 2026, 20:55 WIBDENPASAR â Perum Bulog Kantor Wilayah Bali mencatatkan realisasi penyerapan beras per 7 Oktober 2026 sebanyak 7.218 ton setara beras atau 190,61 persen, hampir dua kali lipat, dari target pengadaan tahun in sebesar 3.786 ton.
"Realisasi pengadaan beras di wilayah Bali telah mencapai sekitar 7.218 ton setara beras atau sekitar 190,61 persen dari target pengadaan sebesar 3.786 ton," kata Pemimpin Wilayah Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu di Denpasar, Jumat (09/10).
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan optimalnya penyerapan hasil produksi petani lokal di wilayah Bali sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di daerah tersebut.
Simon menyampaikan, dalam pelaksanaan penyerapan beras pada 2026, Bulog Bali terus mengoptimalkan seluruh instrumen mulai dari penguatan jaringan pembelian di tingkat produksi hingga peningkatan kesiapan sarana penyimpanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok pangan yang dikelola pemerintah.
Simon menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian positif di wilayahnya.
âDi baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,â ujarnya.
Keberhasilan melampaui target ini juga menurutnya menjadi bukti nyata bahwa amanah pemerintah dapat dijalankan secara optimal melalui kerja sama yang erat.
âKami menyampaikan terima kasih juga atas kepercayaan Bapak Presiden kepada Bulog, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini,â ucapnya.
Capaian positif di tingkat Bulog Bali tersebut juga sejalan dengan catatan secara nasional, di mana Perum Bulog mencatatkan rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah.
Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) secara nasional telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Capaian ini melampaui realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras.
Rekor nasional tersebut juga berada di atas capaian pengadaan pada tahun-tahun sebelumnya termasuk rekor tertinggi pada tahun 2012 sebesar 3,65 juta ton.
Bulog menjadikan kinerja pengadaan yang kuat di tingkat hulu ini sebagai kado menuju dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ini turut memperkokoh posisi dalam menjalankan peran strategis melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional.
Simon menyebut ketiga pilar itu meliputi penjagaan ketersediaan pangan, dukungan stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta pengelolaan cadangan pangan pemerintah.
Dengan fondasi stok yang semakin kokoh, menurutnya pemerintah memiliki kekuatan yang memadai untuk mendukung berbagai program penyaluran pangan kepada masyarakat.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perubahan Kebutuhan Perjalanan Masyarakat Dorong KAI Berubah, dari Mobilitas Harian hingga Pengalaman Wisata
-
Pemanfaatan tepian waduk untuk pertanian
-
EBT Global Tumbuh Rekor Namun Target 2030 Masih Terancam
-
Pasar Gelap Selalu Tumbuh Subur jika Disparitas Harga Menggiurkan
-
Hingga Oktober 2026, Perum Bulog Menyerap 4,11 Juta Ton Beras
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.