Pencegahan Stunting Perlu Diperkuat dengan Ketahanan Pangan Keluarga
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 16:30 WIB | Oleh: Eko SUntuk mengoptimalkan lahan terbatas, warga turut diperkenalkan dengan teknik penanaman sayuran cepat panen menggunakan rak vertikal. Jenis tanaman yang dikenalkan antara lain bayam, sawi, dan kangkung.
Menurut Erni, produksi pangan di lingkungan rumah dapat membantu keluarga menjaga ketersediaan bahan makanan bergizi. Upaya tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian seluruh kebutuhan pangan dari luar.
"Telur tidak harus selalu dibeli dari luar. Sayuran tidak selalu bergantung pada pasar. Sebagian kebutuhan dapat dipenuhi dari lingkungan rumah sendiri," katanya.
Keberadaan kader PKK menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keberlanjutan program. Kader yang dekat dengan masyarakat diharapkan mampu meneruskan edukasi kesehatan dan gizi setelah pendampingan dari tim pengabdian berakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tangkas Gizi juga mendorong penguatan kelembagaan melalui penyusunan mekanisme pengelolaan budidaya ayam petelur dan sayuran, termasuk administrasi kas kelompok serta pemanfaatan hasil produksi. Hasil yang tersedia diprioritaskan untuk mendukung pemenuhan gizi balita dan kegiatan PKK, sedangkan kelebihannya dapat digunakan untuk membeli bibit, pakan, dan kebutuhan lain agar kegiatan tetap berjalan.
Melalui pola tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola sumber daya yang tersedia secara mandiri. Keterampilan produksi pangan, penguatan kader, dan pengelolaan kelompok menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan keluarga sebagai pendukung pencegahan stunting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!