Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencegahan Stunting Perlu Diperkuat dengan Ketahanan Pangan Keluarga

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Pencegahan Stunting Perlu Diperkuat dengan Ketahanan Pangan Keluarga Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA — Kemandirian keluarga dalam menyediakan pangan bergizi dinilai menjadi salah satu kunci memperkuat pencegahan stunting secara berkelanjutan. Edukasi gizi perlu disertai keterampilan mengolah makanan, memanfaatkan pekarangan, dan menghasilkan sumber pangan sendiri agar kebutuhan gizi anak dapat dipenuhi secara lebih konsisten.

Dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Erni Saharuddin, mengatakan pemberdayaan keluarga perlu menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting. Menurutnya, pengetahuan tentang gizi akan lebih bermanfaat apabila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Penguatan kemampuan keluarga menyediakan pangan bergizi secara mandiri dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun pencegahan stunting yang lebih berkelanjutan," kata Erni di Yogyakarta, Jumat.

Ia menilai persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya melalui penyuluhan atau intervensi sektor kesehatan. Kondisi tersebut dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kesehatan ibu selama kehamilan, asupan gizi ibu dan anak, pola pengasuhan, sanitasi, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan dan pangan bergizi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional masih mencapai 19,8 persen. Sementara itu, pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14,2 persen pada 2029. Kementerian Kesehatan juga memperkirakan sekitar 4,4 juta balita mengalami stunting pada 2024.

Angka tersebut menunjukkan perlunya upaya terpadu yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Selain pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif serta makanan pendamping ASI, pencegahan stunting membutuhkan pemantauan pertumbuhan anak, ketersediaan air minum dan sanitasi layak, serta pendampingan keluarga yang berisiko.

Erni menegaskan, masyarakat perlu diberi kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh agar mampu memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri. Pendekatan tersebut diterapkan melalui Program Tangkas Gizi atau Tangguh Atasi Stunting dan Advokasi Kesehatan Gizi di Padukuhan Gentingan, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

Program pengabdian kepada masyarakat itu diketuai Erni Saharuddin, dengan anggota Nor Eka Noviani dan Nur Fitri Mutmainah. Kegiatan yang didanai DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan pada 6 Juli hingga 2 Agustus 2026, bersama kader PKK setempat.

Dalam program itu, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai gizi seimbang, tetapi juga mengikuti praktik pengolahan makanan dan pemanfaatan potensi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Salah satu materi yang diberikan adalah konsep Isi Piringku. Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami komposisi makanan beragam dan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

"Yang penting bukan hanya masyarakat mengetahui makanan bergizi, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam rutinitas rumah tangga," ujar Erni.

Pembelajaran juga dilakukan melalui praktik langsung atau learning by doing. Setelah memperoleh edukasi gizi seimbang, peserta mempraktikkan pembuatan sosis rumahan berbahan dasar daging. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pemilihan bahan pangan, pengolahan makanan secara higienis, serta penyediaan alternatif sumber protein bagi keluarga.

Selain keterampilan mengolah makanan, Tangkas Gizi mendorong pemanfaatan pekarangan untuk menghasilkan pangan. Peserta mendapatkan pelatihan budidaya ayam petelur dengan sistem kandang baterai, termasuk pengelolaan pakan dan sanitasi.

Pengelolaan kotoran ayam juga menjadi bagian dari pelatihan agar limbah tidak menimbulkan bau maupun mencemari lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, telur yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani bagi keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Pemerintah Tetapkan Tarif P...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.