Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Malinau Atasi Kekurangan Guru di Pedalaman Lewat Terobosan Kolaborasi

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Pemkab Malinau Atasi Kekurangan Guru di Pedalaman Lewat Terobosan Kolaborasi Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Malinau
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Muhammad Fiteriyadi mendampingi Bupati Malinau Wempi W Mawa mengunjungi sekolah-sekolah di Malinau, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menyiapkan sejumlah langkah terobosan untuk mengatasi krisis kekurangan tenaga pendidik di wilayah terpencil, pedalaman, dan perbatasan. 

“Persoalan kekurangan guru di wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan ini menjadi salah satu perhatian kami,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Muhammad Fiteriyadi di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (8/10).

Fiteriyadi mengatakan saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau melakukan redistribusi guru untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah, termasuk memenuhi kekurangan guru dengan kompetensi tertentu seperti matematika dan bahasa Inggris.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan pendidikan tidak selalu harus bergantung pada tenaga guru. Sebab itu, kata dia, pemerintah juga mulai membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat yang memiliki keahlian dan kompetensi tertentu untuk ikut membantu memberikan pengetahuan kepada peserta didik.

Dia mencontohkan sejumlah warga yang bertugas di wilayah pedalaman, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, polisi maupun TNI, yang memiliki kemampuan tertentu dan bersedia mengabdikan ilmunya kepada anak-anak di sekolah.

“Tidak harus berbasis pendidikan sebagai guru. Kalau memang memiliki kemampuan dan ingin mengabdikan ilmunya, tentu kita bisa manfaatkan untuk membantu sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga,” katanya.

Selain persoalan tenaga pendidik, lanjutnya, dinasnya juga berupaya memastikan guru yang ditugaskan ke daerah terpencil memiliki tempat tinggal yang layak.

Salah satu opsi yang sedang dibahas, kata Fiteriyadi, adalah pemberian bantuan biaya sewa rumah bagi guru yang bertugas di wilayah yang belum memiliki rumah dinas.

“Rumah warga yang tidak ditempati juga bisa kita manfaatkan untuk tempat tinggal guru,” ujar dia.

Dia menegaskan, keterbatasan fasilitas juga tidak boleh menjadi penghambat proses belajar mengajar. Jika sekolah mengalami kekurangan ruang kelas, fasilitas yang tersedia di tengah masyarakat, seperti balai adat, dapat dimanfaatkan sementara waktu sambil menunggu pembangunan ruang kelas permanen.

“Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Malinau berharap pelayanan pendidikan tetap berjalan meskipun sekolah berada di wilayah yang memiliki keterbatasan tenaga pendidik maupun sarana dan prasarana,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Portugal Tembus Lima Besar Ranking FIFA

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Portugal Tembus Lima Besar ...
Olahraga
Djokovic Dukung Keputusan S...
Olahraga
Lineker Sesalkan Akhir Kari...
Olahraga
NBA dan FIBA Tetap Berkomit...
Olahraga
Alcaraz Merasa Segar Secara...
Nasional
Menakar Ruang Kebijakan di ...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.