Menhan Beri Pesan Tegas untuk Prajurit di Perbatasan Kalbar, Ini Instruksinya

Jumat, 09 Okt 2026, 12:19 WIB

PONTIANAK - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya kesiapan tempur dan pengabdian kepada masyarakat bagi prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 926/Pangalangok Libau yang bertugas di wilayah strategis perbatasan Kalimantan Barat.

"Penekanan tersebut saya sampaikan saat mengunjungi Marshalling Area Yonif TP 926/Pangalangok Libau di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kamis (8/10) kemarin," kata Sjafrie di Pontianak, Jumat.

Ket. Foto: Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mendampingi kunjungan kerja Menhan, Jenderal TNI (Hor) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin, di Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 926/Pangalangok Libau, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kamis (8/10). — Sumber: Antara foto/HO-Pendam XII/Tpr

Di hadapan ratusan prajurit, Sjafrie mengingatkan bahwa semangat dan disiplin harus disertai kemampuan militer yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan di wilayah penugasan, terutama dalam menjaga kedaulatan negara.

"Kamu adalah prajurit yang semangat dan disiplin. Tapi semangat dan disiplinmu ada tantangannya. Kamu prajurit Batalyon Infanteri Tempur, kamu harus mempunyai kemampuan menembak, bela diri, dan patroli," tuturnya.

Ia mengatakan posisi Kabupaten Bengkayang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan kesiapan prajurit sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain menjalankan tugas pertahanan, prajurit Yonif TP 926/Pangalangok Libau juga diminta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui fungsi pembangunan teritorial yang menjadi bagian dari tugas satuan tersebut.

Sjafrie menjelaskan keberadaan kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi di lingkungan batalyon harus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.

"Tugasmu adalah membuat rakyat merasa aman dan membuat rakyat merasa sejahtera. Kamu di batalyon ada kompi pertanian, kompi peternakan, kompi kesehatan, dan kompi konstruksi. Jangan sekali-kali kamu menyakiti hati rakyat, sebab kamu berasal dari rakyat," katanya.

Menurut dia, hubungan yang baik antara prajurit dan masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian TNI. Karena itu, prajurit diminta menjaga sikap dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie juga membacakan dan menandatangani pesan tertulis yang ditujukan kepada keluarga besar Yonif TP 926/Pangalangok Libau. Pesan itu menekankan pengabdian prajurit sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang yang bertugas membela negara serta memberikan bakti kepada masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut juga mencakup peninjauan kesiapan sarana dan prasarana batalyon untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional pertahanan dan pembangunan wilayah di Kalimantan Barat.

Melalui kunjungan itu, kesiapan personel dan fasilitas satuan menjadi bagian dari perhatian dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan sekaligus pengabdian kepada masyarakat di kawasan perbatasan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.