Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Jajaki Kerja Sama Perfilman dengan Busan, Bidik Pasar Asia

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Jakarta Jajaki Kerja Sama Perfilman dengan Busan, Bidik Pasar Asia Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Busan, Korea Selatan, untuk mengembangkan industri perfilman dan memperluas jejaring ekonomi kreatif kedua kota. Penjajakan tersebut dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat bertemu Wakil Wali Kota Busan Kim Kyung-duk di Busan, Rabu (7/10/2026).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Busan, Korea Selatan, untuk mengembangkan industri perfilman dan memperluas jejaring ekonomi kreatif kedua kota. Penjajakan tersebut dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat bertemu Wakil Wali Kota Busan Kim Kyung-duk di Busan, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari perfilman, gim, industri budaya, pendidikan, hingga pertukaran talenta. Kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku industri kreatif Jakarta untuk memperluas jaringan dan menjalin kemitraan dengan ekosistem kreatif di Busan.

Kim Kyung-duk menyambut baik kedatangan Rano bersama delegasi Jakarta. Ia juga mengapresiasi kiprah Rano di dunia perfilman serta menyambut rencana Jakarta untuk mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian kota.

"Saya mengetahui Jakarta memiliki rencana untuk memajukan industri perfilman. Ke depan, saya berharap pertukaran antara Busan dan Jakarta di bidang film, gim, serta industri budaya lainnya semakin aktif," ujar Kim.

Busan telah mengembangkan industri perfilman sebagai salah satu identitas kotanya melalui penyelenggaraan Busan International Film Festival (BIFF) sejak 1996. Perkembangan tersebut memperkuat posisi Busan sebagai salah satu pusat perfilman di Asia.

Pada 2014, UNESCO menetapkan Busan sebagai UNESCO Creative City of Film. Busan menjadi kota pertama di Asia yang memperoleh predikat tersebut, yang turut memperkuat upaya pengembangan industri film dan budaya di kota itu.

Kim mengatakan, Pemerintah Kota Busan memberikan dukungan sekitar separuh dari anggaran penyelenggaraan festival film internasional tersebut setiap tahun. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk mempertahankan peran Busan dalam industri perfilman Asia sekaligus memperluas jangkauannya secara internasional.

Menanggapi hal tersebut, Rano menegaskan Jakarta juga berupaya membangun ekosistem perfilman yang berdaya saing internasional. Salah satu agenda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengembangkan Jakarta sebagai kota sinema sekaligus pusat produksi film dan pengembangan talenta kreatif di Asia Tenggara.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI Jakarta telah meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) pada 26 Juni 2026. Layanan terpadu ini disiapkan untuk mendukung kegiatan produksi film dan audiovisual di Jakarta.

Melalui program Filming in Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitasi lokasi syuting, koordinasi perizinan, serta pengembangan jejaring industri. Pemerintah daerah juga menghadirkan sejumlah insentif, termasuk keringanan pajak tontonan film nasional dan biaya penggunaan lokasi produksi tertentu pada aset milik pemerintah daerah.

Dalam pertemuan dengan Kim, Rano secara khusus mengusulkan penjajakan kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi rumah produksi asal Busan untuk melakukan kegiatan produksi film di Jakarta.

"Kami ingin menjajaki kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission, termasuk memberikan fasilitas dan peluang bagi rumah produksi Busan untuk melakukan produksi film di Jakarta," tutur Rano.

Selain kerja sama antarkomisi film, Jakarta juga mendorong kolaborasi antara Jakarta Film Week dan Busan International Film Festival. Bentuk kerja sama yang dijajaki mencakup promosi bersama, pertukaran sineas muda, pemutaran film lintas kota, serta penguatan jejaring perfilman Asia.

Rano menilai peluang kerja sama tidak terbatas pada industri perfilman. Jakarta juga ingin membuka ruang kolaborasi dengan Busan di bidang gim, olahraga elektronik atau e-sport, musik, dan seni pertunjukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Pemerintah Tetapkan Tarif P...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.