Jaga Pasokan BBM di Kefamenanu, Pertamina Jatimbalinus Intensifkan Koordinasi
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 21:18 WIB | Oleh: Tim PenulisKUPANG – PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengintensifkan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat suplai dan menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dari Surabaya, Jumat (09/10), mengatakan hal ini dilakukan menyusul antrean kendaraan di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Kamis (08/10) kemarin.
“Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan BBM dan memastikan penyalurannya kepada masyarakat tetap berjalan. Kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat suplai, sekaligus memastikan pelayanan di SPBU berlangsung tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” kata di Kupang, Jumat.
Ia menjelaskan antrean kendaraan di tiga SPBU tersebut dipengaruhi tingginya konsumsi Pertalite, peningkatan pembelian secara bersamaan pada jam-jam tertentu, serta peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah TTU, Pertamina mengoptimalkan skema suplai alternatif melalui Integrated Terminal (IT) Tenau.
Seiring penyesuaian ketersediaan stok di terminal tersebut, koordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu juga ditingkatkan guna menjaga kelancaran pasokan.
Pertamina juga akan kembali mengoptimalkan pengiriman melalui skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) setelah kapal MT Geraldine diperkirakan tiba pada 10 Oktober 2026.
Ahad mengatakan koordinasi intensif dilakukan bersama Fuel Terminal Atapupu, IT Tenau, dan pengelola SPBU untuk mempercepat pengiriman serta mengoptimalkan pola distribusi BBM ke wilayah Kefamenanu.
Selain menjaga pasokan, Pertamina berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan serta menertibkan praktik pelangsiran dan penjualan BBM yang tidak sesuai ketentuan.
Pertamina mengimbau seluruh pengelola SPBU agar melayani konsumen secara tertib, tidak melayani pembelian berulang yang terindikasi sebagai praktik pelangsiran, serta memastikan penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara tepat sasaran.
Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pembelian BBM secara berlebihan, menurut Pertamina, justru berpotensi menambah antrean dan mengganggu kelancaran pelayanan bagi konsumen lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!