Selamatkan 8.000 Hektare Sawah dari Air Laut, PU Keruk 10 Km Saluran di Lampung Selatan
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 15:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menyelamatkan 8.000 hektare sawah di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan dari ancaman intrusi air laut.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah gagal panen akibat masuknya air asin ke lahan pertanian warga.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, infrastruktur sumber daya air yang andal adalah kunci menjaga ketahanan pangan nasional.
"Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga," kata Menteri Dody, Rabu (8/10).
Penanganan di lapangan dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Fokusnya adalah melancarkan aliran air dari Sungai Way Sekampung menuju Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi.
Pekerjaan meliputi normalisasi saluran suplesi sepanjang 1,3 kilometer dan normalisasi SPS Sragi sepanjang 3,2 kilometer. Total panjang penanganan mencapai 4,5 kilometer untuk meningkatkan kapasitas aliran menuju jaringan irigasi.
Selain itu, Kementerian PU juga memperbaiki 4 unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang, serta memasang 3 unit gorong-gorong sepanjang 30 meter yang diperkuat dengan pasangan batu kali.
Untuk memperlancar distribusi air, air dari Sungai Way Sekampung dipompa menggunakan mobile pump melalui saluran sepanjang 700 meter menuju sawah.
Tak hanya itu, sedimentasi di Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung – SPS Sragi sepanjang 5,8 km dan SPP Sekampung – SPP Bali Agung sepanjang 5,6 km juga diangkat menggunakan 5 unit excavator long arm.
Pintu Tabat Gayau sendiri memiliki peran vital. Saat musim hujan, pintu dibuka untuk membuang air ke Sungai Sekampung. Saat kemarau, pintu ditutup untuk menahan intrusi air asin dan menjaga air hasil pompa tetap mengalir ke sawah.
Dengan intervensi ini, Kementerian PU memastikan suplai air baku ke 8.000 hektare sawah di Lampung Selatan tetap lancar dan terkontrol, sehingga produktivitas petani tetap terjaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!