Protes Pelajar Prancis Meluas, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Sekolah
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohSituasi kemudian kembali memanas setelah polisi mengepung sebuah alun-alun di dekat lokasi sekolah. Massa berdesak-desakan sebelum aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
Dampak gerakan protes juga mulai terasa di negara tetangga Prancis, Belgia. Wali Kota Liège Willy Demeyer mengeluarkan larangan berkumpul di tempat umum hingga tengah malam pada 16 Oktober karena menilai terdapat risiko nyata, serius, dan mendesak terjadinya bentrokan serta vandalisme berulang.
Polisi di Liège sebelumnya menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran pada Rabu. Pihak berwenang juga mengirimkan pesan teks darurat kepada pemilik toko agar menutup tempat usaha mereka menyusul kerusuhan.
Hampir 90 orang ditangkap dalam aksi tersebut dan sejumlah polisi dilaporkan terluka. Bala bantuan kepolisian kemudian didatangkan dari Brussels dan Antwerp, sementara aksi protes dengan skala lebih kecil juga berlangsung di Mons dan Charleroi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam kerusuhan akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Aksi di Belgia antara lain membawa tuntutan penambahan jumlah guru, pengurangan ukuran kelas, serta penolakan terhadap sejumlah reformasi pendidikan.
Protes di Belgia diorganisasi melalui grup percakapan media sosial dan diduga turut terinspirasi oleh perkembangan aksi di Prancis. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan dan tuntutan pelajar telah berkembang menjadi gerakan yang melampaui batas negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!