Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Protes Pelajar Prancis Meluas, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Sekolah

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Protes Pelajar Prancis Meluas, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Sekolah Doc: Independent
Ket. Protes pelajar di Prancis terkait tuntutan peningkatan pendanaan pendidikan terus meluas dan memicu bentrokan dengan aparat keamanan. Polisi menembakkan gas air mata setelah para siswa mendirikan barikade di depan Lycée Hélène Boucher, Paris, Kamis (8/10/2026).

JAKARTA - Protes pelajar di Prancis terkait tuntutan peningkatan pendanaan pendidikan terus meluas dan memicu bentrokan dengan aparat keamanan. Polisi menembakkan gas air mata setelah para siswa mendirikan barikade di depan Lycée Hélène Boucher, Paris, Kamis (8/10/2026).

Para siswa di timur laut Paris menyeret tempat sampah untuk membuat barikade di sekitar sekolah. Polisi antihuru-hara kemudian dikerahkan ke lokasi ketika massa berkumpul dan situasi memanas.

Lycée Hélène Boucher disebut menjadi salah satu titik rawan bentrokan di ibu kota Prancis. Sekolah tersebut juga menjadi bagian dari ratusan sekolah yang mengalami gangguan akibat aksi protes pelajar pada Kamis.

Setidaknya selusin demonstrasi untuk mendukung gerakan pelajar sekolah menengah direncanakan berlangsung di berbagai wilayah Prancis pada hari yang sama. Sejumlah demonstran terlihat mengenakan masker bedah atau jaket berkerudung yang diduga untuk menghindari pengenalan identitas.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, polisi telah melakukan lebih dari 6.600 penangkapan sejak akhir September 2026. Aksi tersebut sebagian besar diikuti pelajar berusia di bawah 18 tahun yang menuntut peningkatan pendanaan pendidikan.

Kementerian Pendidikan Prancis juga mencatat sebanyak 375 sekolah ditutup sepenuhnya atau sebagian pada Kamis. Jumlah tersebut menurun dibandingkan penutupan sekolah pada Selasa, tetapi tekanan terhadap pemerintah tetap meningkat.

Protes tersebut dipicu persoalan kondisi sekolah yang dinilai membutuhkan lebih banyak dukungan. Sejumlah sekolah dilaporkan menghadapi fasilitas yang rusak serta kekurangan staf, sementara aksi kemudian turut diikuti kelompok serikat pekerja dan kelompok politik.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengecam kekerasan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Lecornu menyoroti serangan terhadap siswa dan staf, cedera terhadap petugas kepolisian dan gendarmerie, serta pembakaran dan perusakan sekolah.

“Kita tidak bisa mempermainkan keselamatan kaum muda Prancis,” kata Lecornu.

Lecornu juga mengkritik tokoh politik yang menurutnya memanfaatkan kemarahan masyarakat untuk kepentingan pertarungan elektoral menjelang pemilihan presiden Prancis pada April mendatang. Pemerintah menghadapi tekanan untuk meredakan aksi tanpa mengabaikan tuntutan terkait kondisi pendidikan.

Di tengah demonstrasi, seorang pelajar berusia 18 tahun, Emma Khelil, datang untuk memberikan dukungan kepada siswa yang berada di barikade di bekas sekolah menengahnya. Kepada Associated Press, Khelil mengaku khawatir terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan polisi.

“Kami di sini untuk membela hak-hak kami, bukan untuk kehilangan mata atau tangan,” kata Khelil.

Menurut Khelil, persoalan fasilitas sekolah juga menjadi salah satu alasan dirinya mendukung gerakan tersebut. Ia mengaku pernah melihat masalah isolasi, kebocoran air, hingga tikus di lingkungan sekolah.

Khelil menilai gerakan protes tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum. Ia memperkirakan aksi dapat semakin kuat jika persoalan yang menjadi tuntutan siswa tidak segera mengalami perubahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
Negara Bagian Johor Tutup S...

AS Bentuk Satgas Pengawasan “AI”

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
AS Bentuk Satgas Pengawasan...
Advertisement
Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.