Jaga Pasokan Air bagi Masyarakat, BP Batam Pastikan Peningkatan Layanan Air Bersih

Kamis, 08 Okt 2026, 10:52 WIB

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan peningkatan pelayanan air bersih dilakukan secara bertahap di 18 wilayah yang masuk dalam kategori stress area untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan pelayanan air bersih menjadi salah satu komitmen pemerintahannya, dengan sejumlah wilayah di Kecamatan Batu Ampar, Bengkong dan Lubuk Baja yang mulai merasakan perbaikan layanan.

Ket. Foto: Kepala BP Batam Amsakar Achmad. — Sumber: ANTARA

“Janji kita adalah untuk meningkatkan pelayanan air bersih dan kita lakukan ini secara bertahap. Di tiga kecamatan, Batu Ampar, Bengkong dan Lubuk Baja, itu sebagian sudah jalan. Saat kami turun, warga berterima kasih karena sudah tersedia air,” kata Amsakar di Batam, Kamis(08/10).

Wilayah stress area air bersih yang telah dipetakan oleh BP Batam pada awal tahun, meliputi Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Tanjung Uma, Tiban Lama, Puri Gracia, Bengkong dan Bengkong Permai, Batu Ampar, Nagoya, Sukajadi-Bengkong main line areas, Muka Kuning serta Kavling Sambau di Nongsa.

Menurut dia, perbaikan layanan juga masih berlangsung di sejumlah wilayah, salah satunya Sei Lekop yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Lebih lanjut, Amsakar mengatakan salah satu pekerjaan yang telah selesai adalah peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dam Sei Ladi. Kapasitas pengolahan air di lokasi tersebut meningkat dari dua liter per detik menjadi lima liter per detik.

“Selain itu, pekerjaan pipanisasi di kawasan Tanjung Sengkuang dan telah selesai pada September 2026 sesuai dengan target. Ini yang menjadi salah satu quick win kami untuk persoalan stress area,” katanya.

Di sisi lain, BP Batam juga melakukan revitalisasi jaringan pipa air. Amsakar mencontohkan penanganan kebocoran pipa di Muka Kuning yang diikuti dengan penyiapan jalur alternatif menggunakan pipa dengan ukuran berbeda agar masa pemanfaatannya dapat lebih panjang.

“Terus terang kami di Batam bekerja secara parsial, saat ada problem baru kami kerjakan. Saya ingin ada solusi jangka panjang yang kita ambil, setidaknya ada roadmap. Karena umur pipa-pipa air sudah 25-55 tahun umurnya,” ujarnya.

Ia mengatakan revitalisasi jaringan membutuhkan data yang kuat karena tidak seluruh jaringan perpipaan yang ada saat ini dapat dideteksi kondisinya.

Selain jaringan distribusi, Amsakar juga menyoroti ketersediaan air baku sebagai tantangan jangka panjang seiring pertumbuhan penduduk, pembangunan permukiman dan aktivitas investasi di Batam.

“Ketersediaan air baku juga masih sangat bergantung pada cuaca dan curah hujan karena menggunakan waduk sebagai penampung air,” katanya.

Karena itu, BP Batam tengah menyiapkan sejumlah solusi, yakni mencari sumber air baku dari luar Batam seperti dari Lingga dan Bintan, membangun waduk baru di Batam, hingga mengembangkan sistem pemantauan agar gangguan layanan dapat diketahui secara real time.

Ia menegaskan penanganan 18 stress area menjadi bagian dari upaya jangka pendek, sementara penyediaan sumber air baku dan revitalisasi jaringan disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk keberlanjutan pelayanan air bersih.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.